TLDR
Also memutuskan untuk menarik diri dari proyek sepeda motor listrik di Kenya untuk fokus pada pengembangan e-bike dan kendaraan otonom. Masalah rantai pasokan menyebabkan penundaan dalam pengiriman produk pertama mereka, TM-B, yang akhirnya mulai dikirim ke pelanggan. Komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan diperlukan untuk membangun kepercayaan dan mengatasi masalah yang muncul selama peluncuran produk. Pomodo.id - Also, sebuah startup micromobility yang terlahir dari Rivian pada tahun 2025, baru-baru ini memutuskan untuk mundur dari proyek percobaan kendaraan roda dua listrik di Kenya. Langkah ini diambil untuk memfokuskan sumber daya mereka pada ambisi kendaraan e-bike konsumen dan teknologi kendaraan otonom mereka. Meskipun proyek ini mendapatkan dana hibah dari Shell Foundation, yang bertujuan untuk memperkenalkan platform kendaraan listrik terintegrasi di pasar Afrika, keputusan tersebut menunjukkan bahwa Also lebih memilih untuk berinvestasi pada rencana yang terkait langsung dengan strategi inti mereka.Proyek di Kenya dirancang untuk mengembangkan desain baterai modular dan stasiun pengisian listrik yang terdistribusi, yang dapat menjadi sangat relevan dengan meningkatnya permintaan akan kendaraan listrik di benua tersebut. Pasar kendaraan roda dua di Afrika memang menjanjikan; sebuah perusahaan mobilitas bernama Spiro mencatat bahwa lebih dari 130.000 sepeda motor listrik beroperasi di tujuh negara Afrika, dengan 2.500 stasiun penukaran baterai. Ketertarikan perusahaan-perusahaan dari Tiongkok di sektor ini juga semakin meningkat, yang menunjukkan potensi pertumbuhan bagi juga perusahaan lokal di Indonesia yang ingin mengeksplorasi pasar ini.Namun, keputusan untuk tidak melanjutkan proyek di Kenya menyiratkan bahwa meskipun terdapat peluang yang menggoda, Also merasa bahwa fokus mereka sebaiknya dialokasikan untuk pengembangan e-bike dan kendaraan otonom. Hal ini bisa menunjukkan adanya tantangan dalam mengadaptasi teknologi baru di pasar yang mungkin belum sepenuhnya siap untuk kendaraan listrik, meskipun pasar kendaraan roda dua sangat besar dan berkembang pesat.
Kendaraan otonom adalah kendaraan yang dapat bergerak tanpa intervensi manusia, menggunakan teknologi seperti sensor dan algoritma untuk beroperasi. Teknologi ini berpotensi menghasilkan efisiensi yang lebih baik dalam transportasi dan mengurangi kecelakaan di jalan. Dalam konteks Indonesia, pemahaman tentang kendaraan otonom sangat penting, terutama untuk generasi muda yang berambisi memasuki industri teknologi dan inovasi.
Keputusan disektor micromobility ini dapat berdampak langsung pada para pembaca muda di Indonesia. Mereka yang tertarik dalam dunia teknologi, terutama di bidang teknologi transportasi dan pengembangan produk baru, akan menyadari bahwa peluang untuk memasuki industri semakin terbuka dengan pesatnya inovasi dalam mobilitas yang berkelanjutan. Keterampilan di bidang teknologi kendaraan listrik dan pengalaman dalam pengembangan perangkat lunak untuk kendaraan otonom bisa menjadi aset berharga dalam karir mereka.Menyusuri lebih dalam tentang apa yang terjadi di sektor kendaraan listrik dan otonom di luar negeri, termasuk perkembangan yang terjadi di Kenya, juga memberikan pandangan yang lebih luas tentang bagaimana industri ini dapat membentuk masa depan transportasi di Indonesia. Dalam beberapa tahun ke depan, bisa jadi perubahan dalam cara kita mengemudikan kendaraan akan menjadi salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 02.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)