TLDR
Celebrities di Hollywood semakin terdesak secara finansial dan mencari peluang baru, termasuk dalam teknologi AI. OpenAI dan perusahaan AI lainnya menggunakan strategi pemasaran yang agresif untuk menarik perhatian selebriti. Teknologi AI berpotensi mengubah industri kreatif, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian dan tantangan bagi para profesional di bidang tersebut. Pomodo.id - Selebritas dunia semakin terlihat berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI), meskipun di tengah kontroversi besar yang sering mengikutinya. Dalam beberapa kasus, mereka terlihat terpesona oleh inovasi dan potensi teknologi baru ini. Misalnya, Lionel Messi, salah satu olahragawan paling terkenal saat ini, baru-baru ini terlibat dalam kampanye iklan untuk OpenAI. Beberapa dari mereka tampaknya benar-benar percaya akan kemampuan AI untuk meningkatkan kehidupan, sementara yang lain tampaknya hanya mencari keuntungan finansial. Fenomena ini menunjukkan sebuah tren kuat di mana perusahaan AI menginvestasikan banyak uang untuk menggaet dukungan para selebritas, menciptakan dorongan yang kuat untuk menerima teknologi ini di kalangan publik.Charles Porch, seorang veteran yang bekerja di Instagram selama 15 tahun sebelum bergabung dengan OpenAI, dikenal sebagai "Whisperer Hollywood OpenAI". Tugasnya adalah melibatkan bintang-bintang besar untuk memperkenalkan teknologi baru agar dapat diterima masyarakat. Porch berhasil mendatangkan banyak selebritas, termasuk aktris Gwyneth Paltrow, untuk mendukung produk AI seperti ChatGPT. Ini menunjukkan bahwa keputusan selebritas untuk mendukung AI tidak hanya didorong oleh keterpesonaan pribadi mereka, tetapi juga oleh rencana strategis dan investasi yang substansial dari perusahaan-perusahaan AI.Namun, meski ada kemudahan akses dan potensi keekonomian yang ditawarkan AI, selalu ada kritik yang melingkupi penggunaan teknologi ini. Banyak pihak, termasuk sekelompok ilmuwan dan pejabat, mengkhawatirkan implikasi etika dan keselamatan penggunaan AI, terutama terkait dengan konten yang dihasilkan oleh algoritma dan dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna, terutama remaja. Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh kejadian-kejadian baru-baru ini yang menunjukkan betapa berbahayanya algoritma media sosial bagi pengguna muda. Ini menimbulkan pertanyaan apakah dukungan yang diberikan oleh para selebritas ini dapat dianggap sejalan dengan kepentingan publik.
Dukungan Kecerdasan Buatan
Teknologi kecerdasan buatan (AI) adalah sistem yang dapat meniru proses manusia seperti belajar, berpikir, dan mengambil keputusan. Dalam banyak kasus, AI digunakan untuk meramalkan perilaku pengguna atau membantu dalam pembuatan konten. Meskipun AI berpotensi merubah banyak aspek kehidupan sehari-hari dan menawarkan efisiensi yang lebih besar, penting bagi pengguna dan penyedia teknologi untuk memahami risiko dan tantangan yang datang bersamanya. Kesalahpahaman umum adalah bahwa AI sepenuhnya dapat diandalkan dan tidak memiliki kelemahan; padahal, penggunaan yang tidak tepat dapat berakibat fatal, termasuk penyebaran informasi yang salah dan pengaruh negatif terhadap kesejahteraan mental pengguna, terutama di kalangan remaja.
Perkembangan ini menjadi semakin relevan bagi generasi muda di Indonesia yang memasuki pasar kerja atau yang sudah berkarir. Dengan teknologi yang semakin terintegrasi di berbagai sektor, kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan AI bisa menjadi keterampilan yang sangat dicari oleh pemberi kerja. Di sisi lain, dengan meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi juga datangnya tantangan baru, termasuk kebutuhan untuk memahami keamanan data dan etika di dunia digital. Hal ini menunjukkan arah ke mana industri Indonesia akan bergerak dalam beberapa tahun ke depan. Jika tren ini terus berlanjut, kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkan AI bisa menjadi kunci sukses dalam berbagai karir, mulai dari teknologi informasi hingga pemasaran dan pendidikan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 01.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)