TLDR
Bunkering amonia hijau untuk kapal besar merupakan langkah maju penting dalam dekarbonisasi industri maritim. Envision Energy berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi amonia hijau, mendukung kebutuhan bahan bakar terbarukan. Penggunaan amonia hijau sebagai bahan bakar maritim dapat membantu mencapai target emisi nol gas rumah kaca pada tahun 2050. Pomodo.id - Terobosan baru dalam teknologi bahan bakar maritim muncul dengan pengembangan amonia hijau sebagai bahan bakar untuk kapal. Baru-baru ini, sebuah kapal tanker besar yang menggunakan sistem propulsi amonia ganda berhasil melakukan operasi pengisian bahan bakar yang pertama di dunia. Amonia hijau ini diproduksi menggunakan hidrogen tanpa emisi karbon, yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan, sehingga menawarkan solusi yang ramah lingkungan untuk kebutuhan pengiriman laut.Kapal tersebut, yang disebut Terra Clove, diproduksi oleh HD Hyundai Heavy Industries dan memiliki panjang 230 meter serta kapasitas angkut mencapai 65.885 ton. Kapasitas kargo 93.000 m3 memungkinkan kapal ini mengangkut amonia cair dan Gas Minyak Cair (LPG) di rute laut internasional. Proses produksinya melibatkan penggunaan energi dari angin atau matahari untuk menggabungkan hidrogen yang berasal dari air dengan nitrogen atmosferik, menjadikannya tidak mengeluarkan karbon dioksida saat digunakan. Inovasi ini menghadapi tantangan dalam hal penyimpanan dan transportasi energi terbarukan yang selama ini menjadi kendala dalam industri pelayaran.Namun, meskipun ada pengembangan yang positif ini, masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pertama, infrastruktur untuk mendukung penggunaan amonia sebagai bahan bakar di pelabuhan-pelabuhan belum sepenuhnya tersedia. Selain itu, kepastian regulasi dan adopsi teknologi baru ini masih menjadi hambatan bagi perusahaan pelayaran untuk bertransformasi ke bahan bakar ramah lingkungan. Tanpa dukungan kebijakan yang jelas dan investasi yang cukup, adopsi amonia hijau ini bisa terhambat.[cards: Amonia Hijau] Amonia hijau adalah bahan bakar yang dihasilkan dari hidrogen yang berasal dari sumber energi terbarukan dan nitrogen atmosfer. Ini sangat penting karena dapat mengurangi emisi karbon yang berasal dari perjalanan kapal. Meskipun banyak yang menganggap amonia berbahaya dan beracun, jika dikelola dengan baik, amonia hijau dapat menjadi salah satu solusi yang aman dan efisien untuk dekarbonisasi industri pelayaran.Bagi generasi muda Indonesia, kemajuan dalam teknologi amonia hijau ini dapat membuka peluang baru dalam karier dan industri. Profesi yang berkaitan dengan teknologi energi terbarukan, termasuk penelitian dan pengembangan, akan semakin diminati. Selain itu, keterampilan di bidang teknik mesin, teknik kimia, dan teknologi lingkungan menjadi semakin berharga di pasar kerja. Dengan perhatian global yang meningkat terhadap solusi ramah lingkungan, industri pelayaran di Indonesia diharapkan bisa bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pengurangan jejak karbon negara.Inovasi dalam amonia hijau tidak hanya bermanfaat untuk kapal-kapal internasional tetapi juga dapat memberi inspirasi bagi pengembangan teknologi dan kebijakan energi terbarukan di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan permintaan akan solusi hijau, Indonesia dapat menjadi salah satu pemain penting dalam menyediakan dan mengembangkan teknologi ini, yang dapat mengarah pada investasi baru dan pekerjaan yang lebih baik di sektor energi terbarukan dan pelayaran berkelanjutan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 01.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)