TLDR
Zohran Mamdani mengkritik penggunaan teknologi pengawasan oleh Madison Square Garden. Legislasi lokal diperkenalkan untuk melarang pengumpulan data biometrik di tempat umum. Wired melaporkan bahwa Madison Square Garden menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk melacak pengunjung. Pomodo.id - Mayor New York City Zohran Mamdani mengkritik penggunaan teknologi pengawasan wajah yang diterapkan oleh Madison Square Garden, salah satu lokasi hiburan terbesar di kota tersebut. Mamdani menyatakan bahwa teknologi pengawasan tersebut mencerminkan banyak hal yang salah di negara tersebut. Dia menegaskan pentingnya pemisahan antara privasi individu dan teknologi yang digunakan untuk melacak orang di ruang publik. Bekerja sama dengan anggota Dewan Kota Shahana Hanif, mereka berupaya untuk melarang pengumpulan data biometrik, termasuk pengenalan wajah, di tempat-tempat umum di seluruh kota. Ini adalah tanggapan penting terhadap isu privasi dan kebebasan sipil.Data dari laporan Wired menunjukkan bahwa pemilik Madison Square Garden, James Dolan, menggunakan kamera pengawasan dan teknologi pemindai wajah untuk memantau pengunjung venue-nya. Ada laporan yang merinci bahwa perusahaan Dolan menyimpan basis data yang mencatat beberapa pengunjung, termasuk seniman selebriti, dengan label sebagai “LGBTQIA,” tanpa alasan yang jelas. Sebelumnya, Madison Square Garden juga membuat berita ketika seorang wanita dilarang memasuki Radio City, venue lain yang dimiliki oleh Dolan, setelah diidentifikasi oleh sistem pengenalan wajah sebagai pengacara yang sedang menggugat perusahaan Dolan.Namun, ada tangkisan dari Madison Square Garden yang menyebut bahwa laporan dari Wired tidak akurat dan salah. Meskipun kritik terhadap sistem pengawasan wajah menunjukkan keprihatinan atas privasi, penting untuk memahami bahwa teknologi ini banyak digunakan di berbagai sektor untuk alasan keamanan. Penggunaan pengenalan wajah dapat mempermudah identifikasi di tempat-tempat umum, meskipun elitisme dalam penggunaannya sangat dipertanyakan. Bagaimana mereka menentukan siapa yang bisa diawasi dan siapa yang tidak, menjadi pertanyaan penting yang harus dijawab.Dalam konteks ini, penggunaan teknologi pengawasan wajah di ruang publik memiliki implikasi penting, terutama bagi generasi muda di Indonesia. Banyak dari mereka yang akan memasuki dunia kerja menghadapi arena di mana teknologi menjadi alat utama, baik dalam urusan bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dan mengelola informasi pribadi mereka. Dengan semakin maraknya teknologi seperti pengenalan wajah di seluruh dunia, generasi muda perlu menumbuhkan kesadaran akan hak privasi dan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk keuntungan tetapi juga bisa disalahgunakan.
Apa itu Pengenalan Wajah?
Pengenalan wajah adalah teknologi yang memungkinkan sistem untuk mengidentifikasi atau memverifikasi identitas seseorang dengan menganalisis ciri-ciri wajah mereka. Teknologi ini sedang berkembang pesat dan banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti keamanan dan pengawasan. Namun, salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa semua pengenalan wajah sepenuhnya akurat dan tidak dapat disalahgunakan, padahal sering kali data yang dikumpulkan dapat disalahgunakan atau tidak digunakan dengan semestinya.
Akibat dari perkembangan ini, bagi para pemuda di Indonesia, penting untuk memahami implikasi dari penggunaan teknologi pengawasan. Sosialisasi informasi tentang hak pribadi dan privasi perlu ditingkatkan, karena mereka akan terlibat dalam industri yang mungkin menggunakan atau dipengaruhi oleh inovasi serupa. Selain itu, konsumen masa depan di Indonesia juga harus mempertimbangkan pengeluaran mereka dan berinvestasi pada teknologi yang menghargai privasi mereka sambil tetap memberikan kenyamanan dan solusi yang efektif. Dengan terdapatnya usaha untuk melarang pengawasan yang berlebihan, generasi ini berpotensi menjadi bagian dari perubahan menuju pengaturan teknologi yang lebih baik dan bijak.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 4 Nov 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)