TLDR
Reaktor modular kecil seperti Xe-100 dapat membantu memenuhi permintaan energi bebas karbon. X-Energy telah menerima laporan evaluasi keselamatan akhir dari NRC untuk proyeknya. Pabrik pertama X-Energy akan dibangun di Texas, menggunakan listrik dan uap untuk mendukung operasi Dow Chemical Company. Pomodo.id - X-Energy, sebuah perusahaan yang berbasis di Maryland, AS, baru-baru ini mendapatkan persetujuan untuk pembangunan pabrik baru menggunakan reaktor modular gas yang didesain untuk menghasilkan energi bersih. Reaktor ini memiliki desain yang memanfaatkan teknologi pendingin gas suhu tinggi dan telah mendapatkan Laporan Evaluasi Keamanan Akhir dari Komisi Regulasi Nuklir AS. Ini menandai langkah penting dalam persetujuan konstruksi pabrik pertama mereka di Stasiun Pembangkit Long Mott, Texas. Permintaan energi yang rendah emisi karbon semakin meningkat, sehingga tenaga nuklir modern, seperti reaktor modular kecil, semakin relevan.Reaktor Xe-100 milik X-Energy adalah produk generasi keempat yang menggunakan pendingin helium di tekanan tinggi dan mampu menghasilkan 80 megawatt listrik atau 200 megawatt panas proses industri. Reaktor ini dirancang dengan inti grafit yang memungkinkan moderasi neutron, sehingga dapat beroperasi pada suhu sangat tinggi antara 565 hingga 750 derajat Celsius. Yang menarik, Xe-100 menggunakan bahan bakar Tristructural Isotropic (TRISO) yang terdiri dari partikel uranium mikroskopis yang terkurung dalam bola grafit seukuran bola biliar. Desain dan teknologi ini mendukung tujuan untuk menyediakan energi yang aman dan efisien.
Bahan bakar TRISO adalah jenis bahan bakar nuklir yang terdiri dari partikel uranium yang dilapisi dalam beberapa lapisan pelindung. Ini dirancang untuk tahan terhadap suhu ekstrem dan mengurangi risiko kebocoran radiasi. Dengan kemampuan tersebut, TRISO menjadi pilihan utama bagi reaktor kecil seperti Xe-100 karena meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional. Mispersepsi umum adalah bahwa semua uranium berbahaya, namun fakta bahwa TRISO dirancang untuk meminimalkan risiko menjadikannya lebih aman dalam penggunaan industri.
Meskipun langkah maju ini menjanjikan potensi untuk meningkatkan kapasitas energi bersih, terdapat tantangan dalam adopsi luas tenaga nuklir. Salah satu hambatan adalah stigma publik terhadap energi nuklir yang disebabkan oleh insiden masa lalu. Selain itu, biaya awal pembangunan infrastruktur besar seperti pabrik nuklir sering kali lebih tinggi dibandingkan alternatif energi terbarukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah penggunaan reaktor modular kecil dapat secara efektif berkompetisi dengan sumber energi terbarukan yang semakin murah dan lebih cepat untuk dibangun.Bagi generasi muda Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru dalam bidang karir dan investasi di sektor energi. Sebagai negara yang membutuhkan diversifikasi sumber energinya, langkah X-Energy dan penggunaan reaktor modular kecil dapat menginspirasi inisiatif serupa di dalam negeri. Karir di bidang teknik, ilmu lingkungan, dan investasi dalam teknologi energi bersih menjadi semakin relevan. Dengan semakin banyak perusahaan yang berfokus pada energi berkelanjutan, peluang untuk mendapatkan pekerjaan di sektor ini pun akan meningkat, menciptakan lapangan kerja bagi mereka yang memiliki keterampilan dalam teknologi tinggi dan inovasi energi.Dalam konteks Indonesia, dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dan kebutuhan energi yang semakin mendesak, pengembangan teknologi seperti reaktor modular dapat menjadi contoh ketika negara mempertimbangkan diversifikasi sumber energi yang lebih aman dan berkelanjutan. Meskipun proyek ini berada di luar negeri, mengamati dan belajar dari pengalaman internasional di sektor ini penting bagi generasi muda yang mempersiapkan diri untuk terlibat dalam industri energi masa depan di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)