TLDR
Figure telah meningkatkan produksi robot humanoid dengan signifikan, mencapai satu robot per jam. Robot Figure 03 dirancang dengan teknologi canggih untuk mendukung berbagai aplikasi, termasuk penelitian dan tugas sehari-hari. Fasilitas BotQ menunjukkan kemampuan produksi yang cepat dan efisien, menghasilkan lebih dari 1.000 robot dalam waktu singkat. Pomodo.id - Robot humanoid buatan perusahaan Figure, asal Amerika Serikat, kini telah memasuki tahap produksi massal. Video yang diperoleh dari pendiri Figure, Brett Adcock, menunjukkan sejumlah robot Figure 03 yang baru diproduksi keluar dari pabrik mereka di BotQ. Dalam klip berdurasi singkat, kita dapat melihat robot-robot ini bergerak di sekitar area kampus perusahaan, memberikan gambaran nyata tentang operasi manufaktur yang semakin berkembang tersebut. Meskipun Adcock tidak mengumumkan jumlah unit yang diproduksi, keberadaan robot-robot ini menandai kemajuan signifikan dalam tahap produksi generasi ketiga dari robot humanoid ini.Dari pengujian terbaru, robot Figure 03 berhasil menyelesaikan uji ketahanan treadmill selama sembilan hari, mencetak jarak 348 mil (sekitar 560 kilometer) dan mencatat lebih dari 1,2 juta langkah. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan dan daya tahan luar biasa dari desain robot tersebut. Dengan perkembangan teknologi dan peningkatan skala produksi, Figure berkomitmen untuk memproduksi lebih banyak unit untuk digunakan dalam berbagai aplikasi di industri, mulai dari layanan pelanggan hingga otomatisasi pabrik.
Robot humanoid adalah jenis robot yang dirancang untuk menyerupai dan meniru perilaku manusia, memungkinkan mereka menjalankan berbagai tugas yang biasanya dilakukan manusia. Pengembangan robot humanoid sangat penting mengingat potensi mereka dalam meningkatkan efisiensi di banyak sektor. Salah satu kesalahpahaman yang umum adalah bahwa robot humanoid akan menggantikan pekerjaan manusia sepenuhnya. Sementara mereka dapat mengambil alih beberapa tugas repetitif, banyak pekerjaan membutuhkan sentuhan manusia dan keputusan kreatif yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
Namun, perlu dicatat bahwa jangkauan produksi dan distribusi robot ini masih belum sepenuhnya jelas. Perusahaan belum memberikan rincian tentang berapa banyak unit yang telah dikirim ke pelanggan atau bagaimana kapasitas produksi mereka saat ini. Hal ini menyisakan pertanyaan mengenai kesiapan Figure untuk memenuhi permintaan pasar yang mungkin meningkat seiring dengan meningkatnya pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap teknologi robotik. Meski produksi massal dimulai, transparansi terkait jumlah dan pengiriman akan sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen.Bagi pemuda Indonesia, perkembangan ini memiliki beberapa implikasi penting. Seiring berkembangnya industri robotika di luar negeri, peluang karir yang berkaitan dengan robotika dan teknologi otomasi diperkirakan akan meningkat. Ini mencakup lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan desain, pemrograman, dan pemeliharaan robot. Para lulusan dari jurusan teknik, komputer, atau bidang terkait lainnya mungkin akan semakin dibutuhkan untuk mengisi posisi di perusahaan-perusahaan yang mengadopsi teknologi robot. Oleh karena itu, penting bagi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan mempelajari keterampilan yang relevan dengan industri ini.Dengan adanya robot humanoid yang diproduksi masal, Indonesia perlu mulai mempertimbangkan bagaimana teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam berbagai sektor, termasuk manufaktur dan layanan. Mendukung perkembangan pendidikan dalam bidang robotika dan teknologi akan sangat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dalam era digital ini. Ketika dunia beranjak ke arah otomatisasi, Indonesia harus siap untuk bersaing dalam inovasi dan adopsi teknologi yang efisien untuk masa depan yang berkelanjutan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)