TLDR
Program PRIMA diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset kebijakan di Indonesia. Kolaborasi antar kementerian penting untuk menghadapi isu-isu nasional yang kompleks. Peluang kerja di bidang penelitian dan kebijakan akan meningkat berkat dana yang dialokasikan. Pomodo.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah menandatangani kontrak untuk program PRIMA, yang mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar untuk riset kebijakan lintas kementerian. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset di Indonesia dengan dukungan dana yang signifikan, yang akan digunakan untuk pengembangan proyek-proyek kolaboratif antar berbagai kementerian.Riset kebijakan yang dimaksud akan melibatkan banyak sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan pertanian, yang semuanya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Dengan dana ini, BRIN berencana untuk memperkuat penelitian yang berhubungan dengan kebijakan publik, mendorong adopsi teknologi baru, dan menciptakan solusi untuk memecahkan permasalahan nasional. Pendekatan lintas kementerian menunjukkan keseriusan dalam mengintegrasikan pengetahuan dan kebijakan demi kemajuan Indonesia, terutama menjelang visi Indonesia Emas 2045, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi.Namun, meskipun jumlah dana yang disediakan besar, tantangan tetap ada. Efektivitas penggunaan dana ini sering kali terhambat oleh birokrasi yang rumit dan kurangnya koordinasi antara kementerian. Selain itu, ada risiko bahwa proyek-proyek yang didanai mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau tidak mencapai dampak yang diinginkan. Dengan demikian, meskipun proyek ini menjanjikan, realisasi di lapangan tetap memerlukan perhatian dan penanganan yang hati-hati oleh semua pihak terkait.
PRIMA adalah program yang berdiri di bawah kolaborasi BRIN dan LPDP, bertujuan untuk mendanai riset kebijakan lintas kementerian. Program ini penting karena tidak hanya menyediakan dana, tetapi juga mendorong sinergi antar kementerian dalam menghadapi isu-isu nasional yang kompleks. Misalnya, kolaborasi antara kementerian pendidikan dan kesehatan dapat menghasilkan penelitian yang mendukung kebijakan pendidikan yang lebih sehat dan inklusif. Seringkali, masyarakat beranggapan bahwa riset hanya merupakan tugas akademisi, padahal keterlibatan pemerintah dan pelaksana kebijakan sangat penting untuk memastikan riset tersebut relevan dan aplikatif.
Bagi generasi muda Indonesia, pengumuman ini membuka peluang baru dalam dunia kerja. Dengan meningkatnya biaya riset dan perlunya inovasi, keterampilan di bidang penelitian dan kebijakan menjadi semakin dicari. Peluang kerja dalam sektor pemerintahan, lembaga penelitian, dan perusahaan konsultan juga kemungkinan akan berkembang seiring dengan adanya lonjakan dana untuk riset tersebut. Peningkatan keterampilan analitis dan pemahaman tentang kebijakan publik diharapkan akan menjadi fokus dalam program-program pendidikan kedepannya. Selain itu, untuk mereka yang sedang berinvestasi, perkembangan ini bisa menciptakan peluang baru untuk mendukung startup berbasis riset yang mungkin muncul sebagai hasil dari pendanaan ini.Inisiatif BRIN dan LPDP menandakan langkah maju dalam memahami dan memprioritaskan kebijakan berbasis bukti di Indonesia. Melalui alokasi dana yang lebih besar, diharapkan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih baik, mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang merata. Meskipun ada tantangan, kerja sama ini memberi harapan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 11.48 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)