TLDR
Garry Tan menghabiskan $100.000-$200.000 per tahun untuk menggunakan agen AI. Agen AI dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari dan menyederhanakan berbagai tugas. Biaya penggunaan agen AI saat ini terlalu tinggi dan perlu diturunkan agar dapat diakses oleh lebih banyak orang. Pomodo.id - Garry Tan, CEO Y Combinator, baru-baru ini mengungkapkan bagaimana dia menghabiskan antara $100.000 hingga $200.000 per tahun untuk penggunaan agen AI, yang berarti dia sangat bergantung pada teknologi ini untuk berbagai proyek kerja dan tugas pengkodean. Dalam sebuah episode terbaru podcast Walter Isaacson yang dijadwalkan tayang, Tan berbagi bahwa dia telah membagikan 23 keterampilan Claude Code yang dinamakan "gstack" di Github untuk mengedukasi orang lain tentang potensi penggunaan agen AI. Dia menggunakan agen tersebut untuk membantu riset, mempersiapkan pertanyaan, dan menjalani kehidupan sehari-harinya dengan lebih efisien.Tan menggambarkan agen AI-nya sebagai "Jiminy Cricket" yang senantiasa ada di bahunya, membantu dia dalam hampir setiap aspek kehidupan. Dia menceritakan bagaimana agen ini dapat membaca semua email, catatan Apple, bahkan catatan terapi selama 20 tahun. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan kemungkinan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih otonom. Di sisi lain, sudah menjadi pelajaran bagi Tan untuk tidak memperlakukan agen AI seperti perangkat lunak tradisional; penggunaan yang bersifat intuitif dan adaptif jauh lebih efektif.Sementara potensi penggunaan agen AI sangat besar, ada beberapa tantangan yang dihadapi pengguna. Misalnya, meskipun Tan sangat antusias dengan penggunaan agen ini, tidak semua orang merasa nyaman atau berhasil menggunakan agen AI dalam pekerjaan mereka. Beberapa orang mungkin lebih memilih alat yang sudah mereka kenal dibandingkan membangun lapisan otomatisasi baru. Hal ini menunjukkan bahwa meski teknologi canggih ini bisa membantu, adopsi yang luas masih tergantung pada sikap dan kebiasaan pengguna.Perkembangan ini mengindikasikan bahwa bagi pemuda Indonesia, masa depan pekerjaan dan cara berinteraksi dengan teknologi akan semakin berubah. Sektor teknologi di Indonesia terus berkembang, dan semakin banyak perusahaan yang mencari individu yang dapat beradaptasi dengan alat-alat baru, seperti agen AI. Dengan kemampuan untuk mendalami dan menerapkan teknologi ini, generasi muda Indonesia bisa mengakses peluang kerja baru yang mungkin sebelumnya tidak terbayangkan, di mana mereka dapat menjadi penggerak perubahan dalam industri mereka.
Claude Code adalah alat pemrograman yang dikembangkan oleh Anthropic untuk membantu pengembang dalam menyelesaikan tugas pemrograman. Teknologi ini telah menarik perhatian banyak orang karena mampu mempercepat pengembangan perangkat lunak dan meningkatkan produktivitas. Dengan memanfaatkan alat ini, para pemuda di Indonesia bisa memaksimalkan efisiensi kerja mereka, serta meningkatkan keterampilan dan daya saing di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.
Akhirnya, meski ada potensi yang besar dalam penggunaan agen AI, penting bagi muda mudi di Indonesia untuk memahami bagaimana teknologi ini dapat mereka gunakan secara efisien dan etis. Penguasaan atas keterampilan ini bisa menjadi aset yang berharga, bukan sekadar alat, melainkan bagian penting dari proses berpikir dan berinovasi. Di masa depan, generasi muda yang dapat mengintegrasikan agen AI dalam cara mereka bekerja dan belajar akan membuka pintu untuk peluang yang lebih luas di era digital yang terus berkembang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 08.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)