TLDR
Apple mencatatkan peningkatan penjualan iPhone meskipun tidak meluncurkan model standar terbaru. Perusahaan menghadapi tantangan dalam rantai pasokan dan biaya memori yang meningkat. Apple memperluas portofolio produk dengan peluncuran perangkat smart home dan MacBook Pro baru. Pomodo.id - Pendapatan iPhone Apple mengalami lonjakan yang signifikan meskipun tidak ada model standar baru yang dirilis dalam pembaruan terbaru mereka. Dalam laporan pendapatan kuartal keempat, Apple melaporkan total pendapatan iklan dari penjualan iPhone sebesar $57,58 miliar, yang merupakan kenaikan sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut terjadi setelah peluncuran lini iPhone 18 pada bulan September, yang mencakup model yang lebih mahal, yaitu iPhone 18 Pro dan Pro Max. Saat yang bersamaan, perusahaan juga menaikkan harga pada model-model lama mereka.Apple memiliki tantangan dalam hal pasokan karena mereka menghadapi kendala rantai pasokan dan biaya memori yang meningkat, yang memaksa mereka untuk menaikkan harga di seluruh produk mereka. Meski peluncuran iPhone Duo, ponsel lipat pertama Apple, tidak termasuk dalam laporan pendapatan ini, sambutan pasar terhadap perangkat baru ini menunjukkan strategi diversifikasi dalam tawaran produk mereka. Hal ini didukung dengan pengakuan CEO Apple, John Ternus, yang menyatakan adanya kenaikan biaya memori yang terpengaruh oleh kernpulan barang dan biaya komponen non-memori yang lebih rendah.Meskipun kenaikan pendapatan yang cepat ini merupakan kabar baik bagi Apple, namun ada beberapa batasan yang perlu dipertimbangkan. Kendala produk, seperti jumlah unit iPhone Duo yang terbatas saat diluncurkan dan beberapa tanggal pengiriman yang diperkirakan baru akan tiba pada tahun 2027, menunjukkan bahwa permintaan ponsel baru mungkin tidak akan sepenuhnya terjawab dalam waktu dekat. Penyampaian model baru seperti iPhone 18 Pro dan Pro Max juga dipenuhi dengan tantangan, dengan beberapa ahli menganggap kenaikan harga pada model-model ini dapat mempengaruhi pangsa pasar mereka di segmen konsumen yang sensitif terhadap harga.
iPhone Duo adalah perangkat lipat pertama yang diluncurkan oleh Apple, yang bertujuan untuk memasuki pasar smartphone lipat yang semakin diminati. Dengan desain inovatif dan berbagai fitur canggih, perangkat ini bertujuan untuk menarik konsumen yang mencari teknologi terbaru. Meskipun peluncurannya dinantikan, penjualan awal perangkat ini terbatas dan tidak tercermin dalam laporan pendapatan baru-baru ini.
Bagi pembaca muda di Indonesia, berita tentang pendapatan iPhone yang meningkat tanpa peluncuran model standar baru ini menunjukkan dinamika menarik di industri smartphone. Dengan harga iPhone 18 Pro dimulai dari $1.299, yang setara dengan sekitar Rp20.000.000, informasi ini relevan bagi individu yang berencana membeli ponsel baru maupun bagi calon investor di sektor teknologi. Dalam konteks profesional, kenaikan biaya dapat menciptakan peluang dalam pekerjaan yang berhubungan dengan inovasi dan teknologi, seperti pengembangan aplikasi dan desain produk. Namun, ada juga risiko kenaikan harga yang dapat membatasi aksesibilitas bagi segmen pasar tertentu, sehingga penting untuk memperhatikan nilai investasi dalam produk.Ke depan, strateginya akan sangat penting bagi perkembangan industri ponsel di Indonesia dan di seluruh dunia. Lonjakan pendapatan tanpa model standar baru dapat menjadi indikator bahwa inovasi, terutama dalam bentuk perangkat lipat dan peningkatan fitur, menjadi fokus utama. Hal ini dapat memengaruhi bagaimana perusahaan teknologi lain merespon dan berinovasi dalam penawaran produk mereka di pasar lokal seperti di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 06.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)