TLDR
42AI mengembangkan model prediktif untuk memahami keputusan trader dan investor berdasarkan kecenderungan psikologis. Model ini mencapai akurasi 98% dalam memprediksi aliran perdagangan, meskipun dengan batasan pada konteks situasional. Terdapat kekhawatiran etis terkait penggunaan teknologi ini, terutama dalam hal potensi penyalahgunaan oleh broker. Pomodo.id - 42AI sedang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan yang mampu memprediksi perilaku manusia sebelum suatu keputusan diambil, terutama dalam situasi yang belum pernah dialami sebelumnya. Startup asal Israel ini baru-baru ini mengumpulkan sebesar $62,5 juta dalam pendanaan awal dan telah mulai menguji sistem prediktifnya di beberapa perusahaan broker keuangan. Mereka berpendapat bahwa model tersebut dapat membantu memprediksi bagaimana trader individu akan merespons kondisi pasar yang volatile.Model yang dikembangkan oleh 42AI, menurut CEO dan salah satu pendirinya Amit Gal-Or, berfokus pada pengukuran kecenderungan psikologis mendasar yang memengaruhi keputusan manusia. Dia menjelaskan bahwa perilaku manusia tidak selalu dapat diprediksi dengan pasti, tetapi dapat diestimasi secara probabilistik berdasarkan kecenderungan yang tetap ada meskipun situasi berubah. Co-founder dan CTO Ehud Ezra menambahkan bahwa meskipun seseorang dapat berubah menjadi orang yang berbeda dalam waktu seminggu, kecenderungan tertentu akan tetap dimainkan dalam bentuk probabilitas saat membuat keputusan.Sebagai contoh, dalam konteks investasi, 42AI tidak hanya menganalisis pola berdasarkan tindakan sebelumnya seorang trader, tetapi berusaha memahami motivasi internal mereka dengan melihat bagaimana mereka bereaksi terhadap peristiwa yang tampaknya tidak terkait. Hal ini membantu mereka dalam memberikan prediksi yang lebih akurat mengenai keputusan trader.
42AI adalah startup yang mengembangkan model dunia perilaku berbasis kecerdasan buatan. Teknologi ini berpotensi membantu investor dan trader dalam memprediksi perilaku pasar di masa depan. Salah satu kesalahpahaman umum tentang AI adalah bahwa teknologi ini hanya mengikuti pola masa lalu. Namun, 42AI berfokus untuk mengukur motivasi yang mendasari, yang dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perilaku manusia dalam konteks yang baru.
Bagi generasi muda Indonesia, perkembangan ini membuka sejumlah peluang penting. Dengan memahami dan mengadopsi teknologi baru seperti yang dikembangkan oleh 42AI, mereka dapat meningkatkan keterampilan di bidang keuangan dan investasi. Ini akan sangat relevan mengingat pasar keuangan di Indonesia, seperti di negara lain, semakin dipengaruhi oleh teknologi dan data. Kesempatan untuk bekerja di sektor keuangan yang semakin mengandalkan analisis data dan AI dapat menjadi lahan bagi lulusan baru dan pekerja muda.Namun, tantangan tetap ada. Penggunaan AI dalam konteks investasi juga menuntut pemahaman mendalam tentang etika dan risiko yang dihadapi akibat keputusan yang sangat dipengaruhi oleh teknologi ini. Hal ini menunjukkan perlunya sebuah pembelajaran dan pengembangan diri yang konsisten dalam memahami narasi dari penggunaan AI di bidang keuangan.Secara keseluruhan, teknologi seperti 42AI menjanjikan peluang besar bagi pendidikan dan karier di sektor keuangan. Ini bisa menjadi langkah awal untuk lebih mendalami penerapan AI dalam beragam bidang, tidak hanya terbatas pada investasi tetapi juga dalam sektor lainnya di Indonesia. Membangun keterampilan di bidang ini tidak hanya akan meningkatkan employability, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital yang sedang berkembang pesat di tanah air.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 3 Nov 2026, 00.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)