TLDR
Pendingin semikonduktor baru dapat mencapai suhu -184 derajat Fahrenheit dalam waktu setengah jam. Sistem ini menggunakan nitrogen sebagai refrigeran yang memiliki potensi pemanasan global nol. Teknologi ini berpotensi menggantikan sistem pendinginan semikonduktor konvensional yang menggunakan refrigeran dengan potensi pemanasan global tinggi. Pomodo.id - Ilmuwan dari Korea Selatan baru saja memperkenalkan sebuah sistem pendingin semikonduktor yang dapat mencapai suhu -184 derajat Fahrenheit (sekitar -120 derajat Celsius) dalam waktu sekitar setengah jam. Sistem pendingin ini dikembangkan oleh para peneliti di Korea Institute of Machinery and Materials (KIMM) dan dipimpin oleh Junseok Ko, PhD, kepala Departemen Sistem Penyimpanan Energi di institut tersebut. Pendingin ini dimaksudkan untuk digunakan dalam produksi chip yang memerlukan kontrol suhu yang akurat dan dijadwalkan untuk memasuki pasar pada tahun 2027. Menurut Ko, teknologi ini menggunakan gas nitrogen sebagai refrigeran yang memiliki potensi pemanasan global nol, sehingga terbilang ramah lingkungan.Sistem ini beroperasi menggunakan siklus pendinginan Turbo-Brayton (juga dikenal sebagai siklus turbo-Brayton terbalik), yang memanfaatkan gas yang dikompres dan diperluas untuk menghasilkan suhu yang sangat rendah. Dengan kapasitas pendinginan sebesar 15 kW pada suhu yang sangat rendah, pendingin ini menggunakan mesin turbomakina tanpa oli yang dapat beroperasi pada kecepatan hingga 60.000 putaran per menit (rpm). Selain itu, bantalan magnetik mendukung bagian yang berputar di dalam turbin, sehingga dapat beroperasi tanpa kontak fisik dan, akibatnya, tanpa pelumas minyak.Namun, ada tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sistem ini. Meskipun teknologi ini menunjukkan potensi yang signifikan dalam aplikasi industri, masih ada pertanyaan tentang bagaimana proses komersialisasi dapat dilakukan secara efisien. Hal ini termasuk pertimbangan mengenai biaya produksi, penerimaan industri, dan kesiapan infrastruktur di negara-negara yang berencana untuk mengadopsinya, termasuk kemungkinan komponen yang dapat berasal dari pemasok lokal atau internasional.Kehadiran sistem pendingin semikonduktor ini menandai langkah maju penting dalam teknologi pendinginan, khususnya untuk aplikasi di bidang komputasi kuantum dan fusi nuklir. Bagi para pemuda di Indonesia, penemuan ini membuka peluang baru di sektor teknologi, terutama seiring berkembangnya industri semikonduktor dan teknologi tinggi lainnya di dalam negeri. Mereka yang tertarik berkarier di bidang teknik, teknologi informasi, atau penelitian sains akan menemukan diri mereka berada di tengah inovasi ini. Teknologi seperti ini dapat menjadi alat penting dalam pengembangan produk baru yang lebih efisien energi dan ramah lingkungan, yang sejalan dengan tren global.
Siklus Turbo-Brayton adalah metode pendinginan yang menggunakan gas sebagai refrigeran untuk menciptakan suhu rendah. Hal ini terjadi dengan cara mengompresi gas yang kemudian diputar untuk mengurangi suhu dengan cepat. Siklus ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi dan tidak memerlukan pengeluaran oli pada mesin, sehingga lebih bersih dan ramah lingkungan dibandingkan dengan sistem pendingin tradisional yang sering menggunakan bahan kimia berbahaya.
Penerapan teknologi sistem pendingin ini di Indonesia dapat membawa dampak signifikan pada investasi dan penciptaan lapangan kerja baru. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan untuk produk berbasis teknologi tinggi, investasi dalam pendidikan dan pelatihan di bidang teknik dan teknologi informasi akan menjadi sangat penting. Jika pasar menerima teknologi ini dengan baik, potensi untuk peluang kerja yang lebih besar dan kemungkinan laba investasi yang menarik juga akan muncul, sejalan dengan pertumbuhan industri di masa depan.Menanti perkembangan ini menjadi menarik, sebab apa yang sudah dikerjakan para peneliti di Korea Selatan dapat menginspirasi inovasi serupa di tingkat lokal, yang pada gilirannya dapat memperkuat daya saing Indonesia di ranah teknologi global.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)