TLDR
Penggunaan brine reject dari proses desalinasi dapat menghasilkan garam farmasi berkualitas tinggi. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat. Terdapat peluang kerja baru di sektor pengolahan dan produksi bahan baku obat untuk anak muda Indonesia. Pomodo.id - BRIN tengah mengkaji penggunaan brine reject dari proses desalinasi air laut terbalik (SWRO) untuk diubah menjadi garam farmasi, sebuah langkah strategis yang dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat yang mencapai 94 persen. Dengan memanfaatkan byproduct dari desalinasi, BRIN berupaya untuk menghasilkan garam yang memiliki kualitas tinggi dan dapat digunakan dalam industri farmasi, yang sangat penting mengingat kebutuhan medis yang terus meningkat di dalam negeri.Dalam proses desalinasi, raw waste brine diolah dengan rasio tiga banding satu yang menghasilkan dua ton air tawar dan satu ton brine yang sangat terkonsentrasi. BRIN memanfaatkan teknologi ini untuk memproduksi garam farmasi yang dapat digunakan dalam pembuatan berbagai obat-obatan. Penggunaan sumber daya lokal ini tidak hanya diharapkan akan meningkatkan ketahanan sektor farmasi, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor pengolahan dan produksi.Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Meskipun potensi pengurangan ketergantungan impor terlihat menjanjikan, industri garam farmasi di Indonesia masih dalam tahap pengembangan dan mungkin memerlukan investasi dan penelitian lebih lanjut. Kualitas dan pengolahan brine reject juga perlu dijamin agar sesuai dengan standar farmasi yang berlaku. Jika prosesnya tidak memenuhi standar, maka produk yang dihasilkan bisa saja tidak diterima di pasar, merugikan upaya BRIN untuk meningkatkan swasembada bahan baku obat.Bagi anak muda Indonesia, perkembangan ini berimplikasi signifikan terhadap karir dan peluang investasi. Dengan adanya inisiatif dari BRIN untuk menciptakan garam farmasi, akan muncul kebutuhan akan profesional di bidang pengolahan bahan baku, penelitian, dan pengembangan produk kesehatan. Di sektor ini, para lulusan baru di bidang teknik, biokimia, atau ilmu farmasi dapat menemukan peluang kerja yang menjanjikan. Selain itu, proyek ini menjadi contoh bagaimana inovasi dapat mendorong pengurangan ketergantungan terhadap produk impor yang selama ini menjadi beban ekonomi.
Brine reject adalah produk sampingan dari proses desalinasi yang menghasilkan air tawar. Proses ini menghasilkan garam terkonsentrasi yang dapat digunakan dalam industri dan untuk nutrisi mikro. Mengubah brine reject menjadi garam farmasi dapat membantu Indonesia tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bahwa pendekatan yang inovatif dalam pengolahan bahan baku dapat membentuk masa depan industri farmasi di Indonesia. Namun, keberhasilan proyek ini tergantung pada komitmen untuk investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi yang tepat. Anak muda Indonesia, sebagai generasi penerus, memiliki kesempatan untuk terlibat dalam proses ini mengingat semakin tingginya kebutuhan bahan baku medis yang berkualitas tinggi di pasar global.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 11.46 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)