TLDR
Struktur bersejarah di Oued Beht menunjukkan pentingnya peradaban kuno dalam pengembangan infrastruktur pertahanan. Temuan ini memberikan wawasan tentang teknik arsitektur dan organisasi sosial masyarakat masa lalu. Pendidikan mengenai pelestarian warisan budaya dapat diuntungkan dari pemahaman tentang teknik yang digunakan oleh peradaban kuno. Pomodo.id - Tim arkeolog dari Italia, Maroko, dan Inggris memastikan bahwa sistem parit, benteng tanah, dan tembok di situs Oued Beht, barat laut Maroko, berusia sekitar 3.500 hingga 4.000 tahun. Para peneliti menyebutnya sebagai konstruksi pertahanan berskala besar tertua yang diketahui di Afrika Utara di luar Lembah Nil. Hasilnya terbit di jurnal Libyan Studies pada 7 September 2026.TL;DR: Tembok di Oued Beht, sekitar 80 km di timur Rabat, berasal dari awal hingga pertengahan milenium kedua SM, sezaman dengan Zaman Perunggu di Mediterania barat. Siapa yang ditakuti para pembangunnya belum diketahui. Peneliti menduga penyebabnya persaingan atas lahan dan sumber daya, bukan serbuan penjajah.Struktur ini sebenarnya bukan hal baru. Arkeolog Prancis Armand Ruhlmann sudah mencatatnya pada 1930-an dan menyebutnya "éperon barré", yaitu taji bukit yang dibentengi. Yang baru adalah usianya. Penggalian tahun 2023 oleh Oued Beht Archaeological Project dan penanggalan radiokarbon pada endapan di sekitarnya menunjukkan struktur itu dibangun pada Zaman Perunggu.Sistem pertahanannya terdiri dari beberapa fase parit, benteng tanah (rampart), dan tembok yang melintang di bagian sempit punggung bukit, di antara sungai dan jurang. Dasar temboknya disusun dari tanah liat, abu, lumpur, dan batu. "Sistem itu menutup akses ke ujung selatan permukiman," kata penulis utama Giulio Lucarini, arkeolog di Dewan Riset Nasional Italia (CNR). Ukuran pasti tembok tidak disebutkan dalam publikasi yang tersedia.
Zaman Perunggu adalah periode ketika manusia mulai luas memakai logam campuran tembaga dan timah untuk alat dan senjata. Di Mediterania barat, periode ini berlangsung kira-kira pada milenium ketiga hingga kedua SM.
Oued Beht sudah dikenal sebelumnya. Penelitian tim yang sama menemukan di sana kompleks pertanian yang kemungkinan tertua dan terbesar di Afrika di luar Lembah Nil, berusia sekitar 5.400 hingga 4.900 tahun, dengan luas setidaknya 10 hektare. Warganya menanam jelai dan gandum, memelihara ternak, serta membuat ribuan kapak batu yang dipoles dan tembikar halus. Puluhan lubang berbentuk lonceng diduga dipakai menyimpan biji-bijian, dengan kapasitas yang melebihi kebutuhan penduduk setempat.Pada masa tembok dibangun, aktivitas di situs bergeser dari area utara yang lebih luas ke punggung bukit selatan yang lebih mudah dipertahankan. Menurut Lucarini, dorongan membangun pertahanan kemungkinan datang dari persaingan atas lahan dan sumber daya, kebutuhan mengendalikan lalu lintas orang, atau munculnya kepemimpinan yang lebih formal.Para peneliti membandingkan temuan ini dengan budaya Argaric di Iberia selatan (sekitar 2200 hingga 1550 SM) yang terkenal dengan permukiman berbenteng di puncak bukit, pengolahan logam, dan hierarki sosial. Mereka berpendapat Afrika barat laut sudah terhubung dengan jaringan Mediterania yang lebih luas, termasuk wilayah yang kini menjadi Spanyol dan Portugal. Iman Nagy, arkeolog lanskap di UCLA yang tidak terlibat dalam studi, menilai temuan ini menantang anggapan bahwa arsitektur kompleks di kawasan itu harus datang dari luar.Situs ini juga dipakai lagi jauh kemudian. Pada abad ke-11 hingga ke-13 Masehi, struktur pertahanan dibangun ulang, sebuah dusun atau pertanian didirikan di bukit terdekat, dan pemakaman ditempatkan di antara keduanya.Masih banyak yang belum terjawab, termasuk apakah situs prasejarah ini desa permanen atau pusat musiman. Temuan ini pertama diumumkan CNR pada pertengahan September 2026, lalu dimuat ulang ScienceDaily pada 31 Oktober 2026 dari tulisan para peneliti di The Conversation.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 08.44 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)