TLDR
Microsoft mengajukan paten untuk teknologi AI yang dapat mengubah video langsung secara real-time. Sistem ini dapat menghapus atau mengganti kata-kata dan menyunting wajah pembicara untuk mencocokkan perubahan tersebut. Ada potensi penyalahgunaan dari teknologi ini, termasuk pengeditan yang dapat menciptakan gelembung personalisasi dalam konsumsi media. Pomodo.id - Microsoft baru saja mengajukan paten untuk sebuah produk AI yang dirancang untuk mengedit video secara langsung sesuai dengan preferensi penonton. Alat yang dijelaskan dalam paten ini akan mampu mengubah kata-kata dan wajah pembicara secara real-time dalam presentasi video atau augmented reality (AR) dari acara live. Dengan menggunakan agen AI, sistem ini akan mengidentifikasi dan mengubah atau menghapus kata-kata tertentu, sambil menyesuaikan wajah dan mulut pembicara agar tetap terlihat alami. Ini memberikan kemungkinan bahwa penonton dapat menikmati siaran langsung tanpa mendengar informasi yang tidak mereka inginkan.Paten ini menjelaskan beberapa aplikasi potensial yang luas, salah satunya adalah penerjemahan waktu nyata. Dengan demikian, acara siaran dan rekaman live dapat didengar dan diterima dalam bahasa yang diinginkan oleh penonton, meningkatkan aksesibilitas bagi banyak orang. Ini berarti mereka yang tidak memahami bahasa asal dari acara tersebut masih bisa mendapatkan informasi yang sama melalui interpretasi yang telah disesuaikan. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk menghapus kata-kata pengisi seperti "uh" atau "um", membuat presentasi lebih halus dan profesional.Meskipun inovasi ini memiliki banyak keuntungan, terdapat kekhawatiran mengenai aspek etis dari penggunaan tech ini. Dalam dunia yang semakin ditandai oleh teknologi deepfake dan misinformasi, alat semacam ini dapat mengubah secara halus realitas saat berlangsung. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kita memahami kebenaran dalam siaran langsung dan informasi yang kita terima. Dengan kemampuan untuk memodifikasi apa yang ditampilkan kepada penonton, sistem ini bisa saja menyajikan pandangan yang bias kepada penonton yang tidak menyadari bahwa apa yang mereka lihat telah diedit.Perkembangan ini memiliki implikasi signifikan bagi generasi muda Indonesia. Seiring semakin banyak perusahaan, termasuk yang berbasis di luar negeri, tertarik untuk mengembangkan alat-alat canggih seperti ini, ada potensi meningkatnya permintaan untuk profesional dengan keterampilan dalam teknologi AI dan video editing. Bagi mereka yang baru memulai karir atau masih menempuh pendidikan, menguasai keterampilan ini bisa menjadi nilai tambah yang besar. Terlebih lagi, jika industri kreatif Indonesia mulai mengadopsi teknologi serupa, kompetisi dalam menciptakan konten berkualitas tinggi akan semakin meningkat, menciptakan lebih banyak peluang kerja di sektor ini.
Kecerdasan Buatan (AI) adalah teknologi yang memungkinkan komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali gambar, atau berpikir kritis. Penting untuk diingat bahwa meskipun AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, penggunaannya harus hati-hati untuk menghindari dampak negatif, seperti penyebaran informasi palsu.
Dengan terus berkembangnya teknologi ini, generasi muda di Indonesia diharapkan dapat beradaptasi dan memanfaatkan alat-alat inovatif yang akan membentuk cara kita berkomunikasi dan mengonsumsi informasi. Investasi dalam keterampilan di bidang teknologi digital dan AI akan sangat berharga di masa depan, saat inovasi seperti yang dijelaskan dalam paten Microsoft dapat mengubah cara kita berinteraksi dengan media dan satu sama lain.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 2 Nov 2026, 01.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)