TLDR
NASA berhasil mengembalikan komunikasi dengan Voyager 1 setelah kehilangan sinyal selama dua hari. Voyager 1 sedang mendekati jarak satu hari cahaya dari Bumi, yang akan mempengaruhi waktu komunikasi. Kondisi energi Voyager 1 terus dipantau dan dioptimalkan untuk memperpanjang masa operasionalnya. Pomodo.id - Voyager 1 baru saja mengalami gangguan komunikasi, tetapi kembali aktif menjelang pencapaiannya menuju titik satu hari cahaya dari Bumi. NASA kehilangan sinyal dari pesawat luar angkasa yang telah beroperasi selama hampir 50 tahun ini pada pertengahan Oktober. Sinyal tidak terdeteksi selama dua upaya komunikasi yang dijadwalkan sebelumnya. Namun, komunikasi berhasil terjalin kembali pada 20 Oktober setelah dua hari tanpa sambungan. Voyager 1 kini berada sekitar 24 miliar kilometer dari Bumi.Selama periode kehilangan sinyal, NASA menggunakan jaringan komunikasi antariksa, yaitu Deep Space Network, yang terdiri dari berbagai antena besar di seluruh dunia untuk menjangkau pesawat luar angkasa yang jauh. Gangguan ini tampaknya terjadi akibat salah satu sistem pendorong Voyager 1 mengalami masalah, yang kemudian memicu sistem pendorong cadangan untuk otomatis aktif. Sistem ini dirancang untuk menjaga pesawat bergerak ke posisi stabil dan aman, sehingga mengedepankan keselamatan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.Meskipun sinyal sudah kembali, insiden ini menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam komunikasi jarak jauh. Pada saat berita ini terbaca, Voyager 1 dijadwalkan akan menjadi objek buatan manusia pertama yang mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi pada 18 November. Ini adalah titik di mana sinyal radio yang dikirim ke Voyager 1 akan memerlukan waktu 24 jam untuk menjangkau dan kembali. Pencapaian ini semakin menunjukkan kemampuan teknologi manusia menembus batasan ruang angkasa.
Voyager 1 adalah pesawat ruang angkasa yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 1977 dengan tujuan untuk mempelajari sistem tata surya bagian luar dan ruang antarbintang. Sebagai pesawat luar angkasa yang paling jauh dari Bumi, Voyager 1 memberikan banyak informasi berharga tentang planet dan bulan. Ini termasuk pengambilan data tentang atmosfer, medan magnet, dan komposisi berbagai objek langit. Voyager 1 juga membawa Golden Record, yang berisi suara dan gambar mewakili kehidupan di Bumi, ditujukan untuk makhluk luar angkasa yang mungkin menemukannya di masa depan.
Bagi para pemuda Indonesia, kabar ini merangsang minat terhadap dunia teknologi luar angkasa, yang secara bertahap menjadi bidang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karir di industri luar angkasa, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan cepat berkembang dengan tuntutan keterampilan dalam sains, teknik, dan teknologi informasi. Keberhasilan Voyager 1 juga memberikan pelajaran tentang pentingnya ketahanan dan inovasi dalam menghadapi masalah teknis yang kompleks, yang keseharian para pemuda dapat refleksikan dalam studi mereka di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).Perkembangan seperti ini membuka sejumlah peluang baru, baik dalam bentuk pendidikan dan pekerjaan di sektor-sektor yang berhubungan dengan teknologi, riset luar angkasa, atau bahkan aplikasi teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kisah Voyager 1 adalah salah satu contoh nyata bagaimana eksplorasi luar angkasa dapat memberi inspirasi dan menumbuhkan rasa ingin tahu, mendorong generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi dan berkontribusi di tingkat global, baik melalui karir atau penelitian ilmiah yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 31 Okt 2026, 23.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)