TLDR
Reaktor mikro Kaleidos telah mendapatkan persetujuan untuk analisis keselamatan dan akan memulai pengujian penuh di Laboratorium Nasional Idaho. Uji coba ini bertujuan untuk mencapai 60 hari operasi penuh dan 150 jam tanpa intervensi operator. Ada minat yang meningkat dari militer untuk reaktor nuklir kompak yang dapat memberikan daya secara mandiri. Pomodo.id - Reaktor mikro nuklir yang dikembangkan oleh perusahaan Radiant di California telah mendapat persetujuan dari Departemen Energi AS untuk tahap pengujian. Dengan nama Kaleidos, reaktor ini akan menjalani uji coba selama 60 hari penuh dengan tujuan untuk beroperasi tanpa intervensi operator selama setidaknya 150 jam. Uji coba ini diharapkan menjadi tolok ukur bagi keberadaan reaktor mikro di dunia, yang bertujuan untuk mensimulasikan kondisi operasional yang lebih lama dan efektif.Melalui pengujian ini, Radiant berharap untuk memperoleh wawasan yang lebih dalam mengenai kinerja reaktor pada tingkat daya yang meningkat. Kegiatan pengujian akan berlangsung di fasilitas DOME di Idaho National Laboratory, yang dirancang khusus untuk eksperimen reaktor mikro. Sebelumnya, reaktor mikro nuklir hanya diuji untuk memastikan mereka dapat mempertahankan reaksi nuklir yang terkendali. Namun, kali ini, akan ada pengujian secara menyeluruh untuk menentukan seberapa efektif Kaleidos saat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang.Kaleidos yang merupakan reaktor mikro satu megawatt, juga telah dipilih oleh Angkatan Laut AS untuk dikerahkan di Naval Weapons Station Crane di Indiana. Ini menunjukkan kepercayaan militer AS terhadap kemampuan Radiant dalam menghadirkan solusi energi yang dapat diandalkan dalam misi mereka, baik di darat, di laut, atau di udara. Tori Shivanandan, Presiden Radiant, mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih kepada Angkatan Laut dan pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaan mereka.
Kaleidos adalah reaktor mikro nuklir yang dirancang untuk beroperasi secara independen dengan kemampuan menghasilkan listrik dan energi panas. Reaktor ini bisa diangkut melalui darat, laut, atau udara, dan memiliki masa operasi hingga lima tahun tanpa perlu pengisian bahan bakar. Hal ini menjadikannya solusi yang sangat fleksibel untuk berbagai aplikasi, terutama dalam konteks militer yang memerlukan sumber daya energi yang dapat diandalkan.
Tentu saja, pengujian ini tidak tanpa tantangan. Reaktor ini harus melalui tinjauan kesiapan dari Departemen Energi sebelum dapat memulai operasi nuklir. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa semua standar keamanan terpenuhi dan bahwa teknologi ini dapat diintegrasikan dengan aman ke dalam sistem yang sudah ada.Bagi para pemuda Indonesia yang sedang mencari peluang di bidang teknologi dan energi, perkembangan ini menunjukkan bahwa industri energi bersih, termasuk energi nuklir, sedang mengalami pergeseran ke arah yang lebih maju. Di masa depan, kemampuan untuk bekerja di bidang yang berhubungan dengan energi terbarukan dan teknologi nuklir dapat menjadi kunci penting bagi karier mereka. Seiring dengan meningkatnya investasi dalam energi bersih, individu yang memiliki keterampilan di bidang ini mungkin menemukan peluang kerja yang semakin banyak di sektor energi global.Dalam perspektif yang lebih luas, jika teknologi seperti Kaleidos berhasil diimplementasikan dan dioperasikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, ini dapat berkontribusi pada ketahanan energi nasional. Pengembangan energi nuklir yang aman dan berkelanjutan berpotensi mengubah lanskap energi Indonesia, yang diharapkan dapat beberapa dekade mendatang mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan akses ke sumber energi yang lebih bersih dan efisien.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 30 Okt 2026, 10.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)