TLDR
Apple akhirnya memperkenalkan MacBook dengan layar sentuh setelah lebih dari 15 tahun menolak konsep tersebut. Perusahaan berfokus pada pengalaman pengguna dengan menambahkan fitur-fitur baru seperti Dynamic Island dan dukungan sentuh di macOS. Kedepannya, akan menarik untuk melihat apakah Apple akan mengintegrasikan lebih banyak fitur antara Mac dan iPad setelah memperkenalkan layar sentuh di MacBook. Pomodo.id - Apple akhirnya merilis MacBook Pro dengan layar sentuh, mengakhiri lebih dari 15 tahun penolakan terhadap teknologi ini. CEO Apple, John Ternus, mengatakan, "Anda harus menyentuhnya untuk mempercayainya," menegaskan bahwa layar sentuh merupakan inovasi yang harus dicoba. Sejak Steve Jobs menyebut laptop layar sentuh sebagai "ergonomis yang buruk" pada tahun 2010, Apple telah bersikeras menolak ide tersebut. Namun, mereka kini berubah pikiran dan meluncurkan model baru yang mengintegrasikan layar sentuh ke dalam MacBook Pro.Model MacBook Pro terbaru ini akan dilengkapi dengan fitur Dynamic Island yang hadir di iOS, memberikan kontrol sentuh yang lebih baik bagi pengguna. Melalui fitur ini, pengguna dapat dengan mudah menerima AirDrop dan menghentikan pemutaran musik hanya dengan menyentuh layar. Selain itu, sentuhan pada layar dapat digunakan untuk memperbesar foto, menyeret slide antar presentasi, dan menggulir halaman web. Ini menciptakan pengalaman pengguna yang lebih interaktif dan intuitif.Walaupun demikian, banyak yang mempertanyakan seberapa efektif laptop dengan layar sentuh ini. Apple tidak berencana melakukan banyak perubahan besar pada sistem operasi macOS untuk mendukung layar sentuh. Menurut Apple, sebagian besar interaksi sentuh akan terjadi di dalam aplikasi yang dioptimalkan untuk kontrol sentuh. Hal ini bisa jadi berarti bahwa meski ada inovasi, pengguna tidak akan melihat perubahan signifikan pada pengalaman sistem secara keseluruhan.
Dynamic Island adalah elemen antarmuka pengguna yang diperkenalkan oleh Apple, berfungsi untuk menampilkan notifikasi interaktif dan kontrol dalam perangkat mereka. Ini menjadi fitur penting di MacBook Pro baru, yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai fungsi dengan lebih mudah melalui sentuhan. Seringkali, pengguna salah memahami Dynamic Island hanya sebagai sekadar perubahan visual, padahal ia membawa perubahan dalam cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi.
Perkembangan ini patut dicermati karena akan berpengaruh pada cara generasi muda, termasuk di Indonesia, berinteraksi dengan perangkat laptop di masa depan. MacBook Pro layar sentuh dapat menggeser cara orang bekerja, terutama di sektor kreatif yang semakin menggunakan teknologi interaktif. Pengguna muda yang terbiasa dengan desain grafis, presentasi, atau multimedia diharapkan bisa memanfaatkan fitur baru ini untuk meningkatkan produktivitas mereka.Untuk banyak penentu keputusan yang baru saja memasuki dunia kerja, seperti para fresh graduate dan pekerja muda, memiliki keterampilan dalam menggunakan perangkat terbaru dengan teknologi layar sentuh menjadi penting. Kemampuan ini bisa menjadi nilai tambah di mata perusahaan, membuka peluang kerja di industri teknologi dan kreatif yang terus berkembang. Meskipun harga MacBook Pro bisa menjadi cukup tinggi, mulai dari Rp 1.999.000, inovasi ini memberikan gambaran masa depan laptop yang semakin interaktif dan efisien.Dengan pengumuman ini, Apple tidak hanya meluncurkan produk baru tetapi juga menunjukkan perubahan tren di dunia teknologi yang mungkin menjadi acuan bagi banyak perusahaan lain. Generasi muda di Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan dalam memilih perangkat yang sesuai dengan cara kerja dan belajar mereka, merangsang inovasi dan kreativitas di kalangan pengguna.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 29 Okt 2026, 21.10 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)