TLDR
Virgin Galactic meluncurkan pesawat luar angkasa Delta-class pertama bernama Apeiron untuk operasi pariwisata luar angkasa. Apeiron dirancang untuk membawa enam penumpang dan akan memulai layanan komersial pada awal Q2 2027. Perusahaan bertujuan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan hingga delapan kali sebulan dengan pendekatan konstruksi modular. Pomodo.id - Virgin Galactic baru-baru ini mengumumkan pesawat ruang angkasa terbarunya bernama Apeiron, yang dirancang untuk menghidupkan kembali operasi wisata luar angkasa komersialnya pada tahun 2027. Nama Apeiron, yang berarti "tak terbatas" dalam bahasa Yunani kuno, dipilih melalui pemungutan suara publik yang melibatkan ribuan responden dari 83 negara di enam benua. Pesawat ini akan mulai beroperasi dari Spaceport America di New Mexico, Amerika Serikat, dan merupakan penerus dari VSS Unity yang berhasil melakukan penerbangan komersial terakhirnya pada Juni 2024. CEO Virgin Galactic, Michael Colglazier, mengungkapkan bahwa nama ini mencerminkan ambisi penerbangan luar angkasa manusia dan kemungkinan-kemungkinan yang diciptakannya bagi para penggemar eksplorasi di luar batas yang familiar.Apeiron dirancang untuk membawa enam penumpang, meningkat dari empat kursi pada Unity, sehingga memungkinkan dua kursi tambahan untuk penumpang bayar dalam setiap penerbangan. Dengan pendekatan peluncuran udara yang sama, pesawat ini akan diluncurkan dari pesawat pengangkut Eve yang akan membawanya ke ketinggian sekitar 50.000 kaki sebelum melepaskannya. Setelah itu, Apeiron akan menghidupkan mesin roketnya dan mendaki menuju ruang suborbital, di mana penumpang akan mengalami periode singkat tanpa bobot sebelum kembali ke atmosfer dan mendarat dengan meluncur.Walaupun pesawat Apeiron dirancang untuk meningkatkan kapasitas penumpang, tantangan tetap ada dalam industri ini. Sektor pariwisata luar angkasa masih dalam tahap awal dan berbagai faktor, seperti biaya dan regulasi, dapat mempengaruhi keberhasilan operasionalnya. Meskipun perjalanan suborbital menawarkan pengalaman unik, hanya sebentar dan dengan risiko yang terlibat, banyak negara, termasuk Indonesia, masih mempelajari potensi pengembangan sektor serupa, serta tantangan yang mungkin dihadapi jika berencana untuk memasuki pasar ini.Perkembangan terbaru dari Virgin Galactic ini memiliki beberapa implikasi untuk generasi muda di Indonesia. Meskipun saat ini Indonesia belum memiliki program perjalanan luar angkasa komersial seperti yang ditawarkan oleh Virgin Galactic, peningkatan kapasitas wisata luar angkasa dan rencana pengoperasian cepat dapat memicu kepentingan dan peluang karir baru di bidang teknologi luar angkasa. Di masa depan, industri ini memerlukan profesional dengan keterampilan yang beragam, mulai dari teknisi luar angkasa hingga spesialis dalam pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak.Keterlibatan Indonesia dalam industri dan teknologi luar angkasa bisa membuka peluang kerja baru bagi anak muda, terutama dalam bidang teknik dan teknologi informasi. Dengan semakin banyaknya negara yang berinvestasi dalam eksplorasi luar angkasa, penting bagi pemuda Indonesia untuk membekali diri dengan pendidikan serta keterampilan yang relevan, seperti sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), yang dapat membawa mereka ikut serta dalam tren global ini.Jika Apeiron dan program sejenis berkembang pesat, ada kemungkinan bahwa suatu saat, mungkin dalam satu dekade ke depan, generasi muda Indonesia dapat berpartisipasi dalam perjalanan luar angkasa, baik sebagai penumpang atau profesional di balik layar yang mendukung misi tersebut. Ini juga mempertimbangkan biaya yang mungkin terjangkau di masa depan, sebanding dengan biaya sewa kos atau smartphone kelas menengah yang dikenal oleh generasi muda saat ini.
Apeiron adalah pesawat luar angkasa terbaru dari Virgin Galactic yang dirancang untuk menjalankan program wisata luar angkasa pada tahun 2027. Kapasitasnya meningkat menjadi enam penumpang, memberikan lebih banyak peluang bagi orang untuk mengalami perjalanan ke luar angkasa. Konsep pesawat suborbital ini mengizinkan penumpang mengalami beberapa menit tanpa bobot dan pemandangan luar angkasa sebelum kembali ke Bumi. Penjelajahan luar angkasa ini membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam tentang teknologi dan eksplorasi luar angkasa bagi seluruh umat manusia.
---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 29 Okt 2026, 19.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)