TLDR
Azure mencatatkan pendapatan sebesar $33,2 miliar untuk kuartal Juli-September, meningkat 48% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan Azure lebih lambat dibandingkan Google Cloud, Azure tetap menjadi lini produk terbesar dan tercepat yang berkembang di Microsoft. Microsoft memperkenalkan segmen bisnis baru yang mengelompokkan Azure dengan bisnis cloud Microsoft 365, mencapai total pendapatan $76,8 miliar. Pomodo.id - Microsoft baru saja merilis laporan pendapatan kuartalan yang mencatat pencapaian luar biasa untuk Azure, di mana layanan cloud ini berhasil meraih pendapatan sebesar $33,2 miliar pada kuartal Juli hingga September. Ini adalah peningkatan sebesar 48% dibandingkan tahun lalu. Dengan pengungkapan ini, investor dapat lebih langsung membandingkan kinerja Azure dengan Amazon Web Services (AWS) dan Google Cloud yang sebelumnya telah merilis pendapatan dalam dollar setiap kuartal.Laporan keuangan Microsoft menunjukkan bahwa total pendapatan mereka mencapai $92,3 miliar, dengan pendapatan bersih sebesar $36,6 miliar, artinya ada lonjakan 19% untuk pendapatan dan 32% untuk laba bersih dibandingkan kuartal yang sama di tahun lalu. Pendapatan Microsoft Cloud, yang mencakup Azure dan Microsoft 365, mencapai $63,9 miliar, di mana Azure berkontribusi hampir setengah dari angka tersebut. Dengan kontribusi ini, Azure kini menjadi lini produk utama dan dengan pertumbuhan tercepat bagi Microsoft dalam portofolionya.Meski angka-angka ini menunjukkan kekuatan Microsoft, ada beberapa tantangan yang bisa mengganggu narasi optimis ini. Google Cloud, yang juga melaporkan pendapatan sebesar $30,7 miliar pada periode yang sama, telah meningkat pesat dengan pertumbuhan yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa meskipun Azure unggul dalam hal pendapatan nominal, laju pertumbuhan Google Cloud berada pada jalur yang lebih cepat, sehingga dapat membayangi Microsoft dalam jangka panjang.Perkembangan ini menunjukkan bahwa bagi para muda di Indonesia, terutama mereka yang baru memulai karir atau sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi, memahami industri teknologi dan cloud computing menjadi semakin penting. Dengan Azure yang bersaing ketat dengan Google dan AWS, ada peluang nyata bagi individu untuk terlibat dalam ekonomi digital ini. Kemampuan untuk memahami bagaimana teknologi ini bekerja, termasuk layanan cloud dan bisnis perangkat lunak berbasis langganan, akan menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan.
Azure adalah platform cloud yang dikelola oleh Microsoft, di mana bisnis dapat menyewa daya komputasi untuk menjalankan aplikasi dan model AI. Keberadaannya penting karena menjadi tulang punggung bagi banyak layanan modern, termasuk yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Memahami cara Azure beroperasi dan apa yang ditawarkan akan membantu banyak orang, terutama para mahasiswa dan profesional muda, untuk meningkatkan keahlian mereka di pasar kerja yang terus berkembang.
Di Indonesia, dengan bertumbuhnya digitalisasi dan semakin banyak perusahaan yang beralih ke layanan cloud, keterampilan dalam menggunakan platform seperti Azure bisa sangat berharga. Sebagai contoh, seorang fresh graduate berlatar belakang teknologi informasi bisa mencari pekerjaan yang menawarkan gaji awal sekitar Rp2.000.000 - Rp5.000.000 per bulan, dan keterampilan di cloud computing bisa mempermudah mereka untuk mendapatkan tawaran gaji yang lebih tinggi. Dalam beberapa tahun ke depan, dengan pertumbuhan sektor teknologi yang pesat, peluang ini hanya akan berkembang dan memberi dampak positif bagi ekonomi dan pekerjaan di tanah air.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 29 Okt 2026, 06.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)