TLDR
Proyek MarNuPS di Norwegia bertujuan untuk mengembangkan reaktor nuklir modular untuk kapal lepas pantai. Uji coba reaktor akan dilakukan di fasilitas darat sebelum diterapkan di laut untuk menghindari risiko radiasi. Island Offshore berencana untuk mengoperasikan reaktor Gem di kapal layanan lepas pantai pada tahun 2031-2032, mendukung dekarbonisasi industri maritim. Pomodo.id - Norwegia saat ini memimpin pengembangan teknologi reaktor nuklir modular untuk kapal offshore yang ramah lingkungan, berkat pendanaan baru dari pemerintah mereka. Proyek Marine Nuclear Propulsion System (MarNuPS) mendapatkan hibah sebesar $2 juta dari Dewan Riset Norwegia untuk merancang dan menguji mesin atom pada kapal komersial. Tujuan dari inisiatif ini adalah menggantikan bahan bakar fosil dalam pengoperasian kapal laut, menawarkan output daya tinggi dan jangkauan operasional yang lebih lama tanpa perlu sering mengisi ulang bahan bakar.Proyek ini tidak langsung menerapkan bahan nuklir ke laut, melainkan memulai dengan membangun fasilitas pengujian di darat yang terintegrasi di Stette, dekat Ålesund. Fasilitas ini direncanakan akan mulai uji coba pada tahun 2027, dengan pembuatan replika skala penuh dari sistem pembangkit listrik kapal. Dalam tahap pengujian, sistem akan dipanaskan menggunakan listrik bukan bahan bakar nuklir, untuk memastikan keselamatan dan kinerja tanpa risiko radiasi. Pengujian akan mencakup berbagai kondisi operasi, termasuk perubahan cepat dalam permintaan daya dan respon sistem terhadap berbagai kondisi stres.Reaktor yang akan diterapkan adalah Gem Microreactor, yang memiliki kapasitas 5 megawatt (MWe), dibuat oleh Emerald Nuclear. Desain reaktor ini menggunakan pelet bahan bakar TRISO, yang merupakan uranium yang dilapisi dengan lapisan keramik dan karbon untuk meningkatkan stabilitas dan efisiensi.
Gem Microreactor adalah unit kecil dan modular yang dirancang untuk menghasilkan daya tinggi dengan efisiensi yang baik. Keunggulannya terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan listrik dengan lebih aman dan lebih bersih dibandingkan dengan sistem berbahan bakar fosil. Banyak orang mungkin berpikir bahwa reaktor nuklir hanya digunakan dalam skala besar, tetapi teknologi modular seperti Gem memungkinkan penggunaan yang lebih luas, termasuk untuk kapal. Pendekatan ini memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi maritim.
Bagi generasi muda di Indonesia, perkembangan ini menunjukkan peluang baru dalam industri energi. Pekerja muda yang tertarik pada teknologi energi hijau dapat mempertimbangkan untuk berkarier di sektor ini, terutama dengan meningkatnya permintaan akan profesional yang memahami energi terbarukan dan teknologi nuklir kecil. Keterampilan dalam teknik energi dan pemahaman tentang sistem kelistrikan yang efisien bisa menjadi aset berharga di pasar kerja yang semakin kompetitif.Indonesia sendiri, yang saat ini tengah menghadapi tantangan dalam penyediaan energi bersih dan efisien, dapat mengambil pelajaran dari inisiatif Norwegia ini. Meskipun tidak ada data langsung mengenai kerjasama pada proyek serupa di Indonesia saat ini, namun terdapat potensi untuk mengeksplorasi pengintegrasian reaktor modular dalam program energi nasional di masa depan. Proyek serupa dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.Dengan investasi seperti ini, dan penyebaran teknologi baru yang ramah lingkungan, masa depan energi di Indonesia bisa jadi lebih bersih dan berkelanjutan. Seiring berkembangnya teknologi ini, ada harapan bahwa Indonesia akan tetap bersaing di panggung global dalam inovasi energi dan keahlian teknis, membuka lebih banyak lapangan kerja dan peluang untuk generasi mendatang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 28 Okt 2026, 22.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)