TLDR
Menghalangi jalur sinyal imun di otak dapat membantu memulihkan fungsi sel imun otak pada model tikus penyakit Alzheimer. Pelepasan rem pada sel imun dapat mengurangi aktivitas neuron yang berlebihan dan mengurangi plak amiloid beracun. Modulasi protein imun di dalam otak menunjukkan potensi sebagai strategi terapeutik baru untuk mengatasi Alzheimer. Pomodo.id - Memblokir protein PD-1 dan PD-L1 di otak mampu mengembalikan fungsi sel imun dan menenangkan neuron yang terlalu aktif pada model tikus Alzheimer. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Sungkyunkwan (SKKU) Korea Selatan dan dipublikasikan dalam jurnal Science Advances. Alzheimer dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan kehilangan memori dan penurunan kognitif, di mana terjadi penumpukan protein beta-amyloid berupa plak di antara sel saraf. Meskipun pengobatan saat ini yang disetujui masih menggunakan antibodi untuk membantu membersihkan plak tersebut, pendekatan baru yang memanfaatkan pemahaman dari imunoterapi kanker, yaitu dengan memblokir protein PD-1 dan PD-L1, menjanjikan alternatif pengobatan yang menarik.Studi sebelumnya pada tahun 2016 menunjukkan bahwa memblokir PD-1 mengurangi plak amyloid dan meningkatkan memori pada tikus model Alzheimer. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap sel imun di dalam otak masih menjadi pertanyaan. Tim SKKU, bekerja sama dengan Universitas Yonsei dan perusahaan bioteknologi IMNEWRUN, meneliti dua jenis sel imun otak: mikroglia, yang berfungsi menjaga stabilitas lingkungan otak dan merespon kerusakan, serta astrosit yang mendukung mikroglia dan neuron. Pada Alzheimer, mikroglia mengalami gangguan respons, dan neuron cenderung terlalu aktif, yang dapat mengganggu jaringan otak. Biasanya, PD-1 dan PD-L1 bekerja sebagai rem yang menghentikan reaksi berlebihan dari sel imun. Namun, pada penyakit Alzheimer, kadar PD-1 dan PD-L1 meningkat di sel glial baik pada tikus maupun pasien, yang mengindikasikan bahwa rem ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
PD-1 (Programmed Cell Death Protein 1) dan PD-L1 (Programmed Death-Ligand 1) adalah protein yang berfungsi sebagai pengatur sel imun. Mereka mencegah sel imun dari menyerang sel-sel tubuh sendiri, yang bisa berakibat fatal. Dalam konteks Alzheimer, tinggi kadar PD-1 dan PD-L1 pada sel glial menunjukkan bahwa mekanisme ini ikut berkontribusi pada perkembangan gangguan kognitif. Memahami fungsi dan peran kedua protein ini bisa membuka jalan bagi pendekatan terapi baru yang lebih efektif untuk Alzheimer dan penyakit neurodegeneratif lainnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa memblokir PD-1 dan PD-L1 dapat menjadi strategi baru yang menjanjikan dalam pengobatan Alzheimer. Untuk generasi muda di Indonesia, hal ini bisa membuka peluang baru di sektor kesehatan dan bioteknologi. Seiring bertumbuhnya penelitian di bidang kedokteran dan bioteknologi, akan ada kebutuhan akan profesional terampil dalam sains dan teknologi, yang mencakup bioteknologi dan immunotherapy. Hal ini berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan dukungan untuk inovasi yang lebih luas dalam merespon tantangan kesehatan.Sektor kesehatan di Indonesia juga dapat mendapat manfaat dari perkembangan ini, karena setiap kemajuan dalam metode pengobatan Alzheimer dapat berkontribusi pada pengurangan beban penyakit yang akan semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya angka lansia di masyarakat. Mengingat biaya pengobatan untuk penyakit seperti Alzheimer bisa mencapai jutaan rupiah per bulan, pengembangan teknologi di bidang ini berpotensi membuka akses lebih besar untuk perawatan yang lebih terjangkau.Dengan demikian, penelitian ini bukan hanya sebuah langkah maju dalam pengobatan Alzheimer, tetapi juga membawa arti penting bagi generasi muda Indonesia dalam nenemukan peluang karir di bidang yang sedang berkembang pesat ini.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 28 Okt 2026, 18.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)