TLDR
Apple akan mengumumkan MacBook dengan layar sentuh di acara 'Pro and Tell'. Model baru diperkirakan akan menggunakan layar OLED dan chip M5 Pro. Ada kemungkinan dukungan Apple Pencil dan peningkatan pada sistem operasi macOS untuk pengalaman pengguna yang lebih baik. Pomodo.id - Apple kini bersiap untuk mengenalkan MacBook Pro dengan layar touchscreen OLED di acara "Pro and Tell" yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026. Langkah ini menandai sebuah perubahan besar bagi Apple, yang selama bertahun-tahun menolak konsep laptop dengan layar sentuh. Sebelumnya, pendiri Apple, Steve Jobs, menyebut penggunaan touchscreen pada laptop sebagai "ergonomis yang buruk," dan CEO Tim Cook juga pernah mengungkapkan skeptisisme terhadap ide tersebut.Pada acara ini, tidak hanya MacBook Pro yang akan diperkenalkan, tetapi juga pembaruan untuk produk lainnya, termasuk iPad Mini yang kini juga akan dilengkapi dengan layar OLED. Desain layar OLED diharapkan memberikan kualitas visual yang lebih baik, dengan warna yang lebih cerah dan kontras yang lebih tajam. Ini merupakan langkah strategis Apple untuk bersaing lebih ketat dengan laptop touchscreen yang kini umum digunakan di pasar, termasuk produk sekelas Lenovo Yoga yang telah mendapatkan respons positif.Meskipun pengumuman ini membawa harapan baru bagi penggemar produk Apple, tantangan tetap ada. Perusahaan tidak akan mengubah antarmuka macOS secara dramatis dalam MacBook Pro baru ini. Meskipun layar sentuh akan ada, diharapkan pengguna akan tetap menggunakan keyboard dan trackpad seperti biasa. Ini mungkin membatasi seberapa besar kemampuan interaksi pengguna dengan touchscreen dibandingkan dengan laptop lain yang lebih terintegrasi dalam desain perangkat lunak.
Layar OLED adalah teknologi display yang dikenal dapat memberikan kecerahan dan kontras yang sangat tinggi. Dalam konteks MacBook Pro, penggunaan layar OLED diharapkan meningkatkan visualisasi grafik, sehingga menjadi lebih hidup dan detail. Banyak pengguna berpikir bahwa semua laptop memiliki kemampuan tampilan yang sama, tetapi dengan layar OLED, MacBook Pro dapat menawarkan pengalaman menonton film dan bermain game yang jauh lebih memuaskan. Ini penting bagi mahasiswa, desain grafis, dan profesional kreatif di Indonesia yang mencari perangkat dengan performa terbaik untuk kreativitas mereka.
Pengumuman ini berpotensi memengaruhi cara kerja dan gaya belajar generasi muda di Indonesia. Dengan hadirnya MacBook Pro baru, mahasiswa dan profesional muda yang berkecimpung di bidang teknologi, desain, dan multimedia diharapkan dapat mengeksplorasi kemampuan baru dalam berkarya. Di sisi lain, keberadaan produk baru ini juga mungkin mempengaruhi keputusan investasi, karena munculnya saluran baru untuk perangkat lunak dan aplikasi yang dirancang khusus untuk memanfaatkan teknologi touchscreen. Jika harga baru ini sebanding dengan generasi sebelumnya, kemungkinan MacBook Pro ini dapat dikenakan biaya sekitar $1,999 (sekitar Rp30 juta), yang setara dengan 2-3 bulan gaji untuk lulusan baru di Indonesia.Dengan peluncuran ini, Apple berusaha memperkuat posisinya dalam pasar teknologi, terutama di kalangan pengguna yang mengutamakan inovasi. Melalui produk baru dan teknologi canggih, diharapkan perusahaan akan lebih mampu memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin beragam, khususnya di pasar negara berkembang seperti Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 27 Okt 2026, 21.11 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)