TLDR
Lockheed Martin mengembangkan varian PrSM Increment 4 yang dapat menyerang target hingga 1.000 kilometer. Pengembangan menggunakan sistem propulsi ramjet yang diklaim dapat menggandakan jangkauan rudal. Fasilitas produksi di Arkansas diperluas dengan teknologi otomatisasi untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi. Pomodo.id - Lockheed Martin baru-baru ini terpilih untuk mengembangkan versi jangkauan lebih jauh dari Precision Strike Missile (PrSM) milik Angkatan Darat Amerika Serikat. Varian ini, yang dikenal sebagai PrSM Increment 4, dirancang untuk dapat menyerang target hingga sejauh 1.000 kilometer (621 mil). Dengan kemampuan ini, misil tersebut dapat menjangkau target-target bergerak di laut dan target yang dapat dipindahkan di darat ketika diluncurkan dari sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS). Ini menunjukkan langkah signifikan dalam meningkatkan kapasitas serangan jarak jauh untuk militer.Pengembangan misil ini dipacu oleh sistem propulsi canggih yang disuplai oleh L3Harris, yang menurut Lockheed Martin dapat mengalikan dua kali lipat jangkauan standar dari PrSM. Uji terbang untuk prototipe-prototipe ini akan diadakan pada tahun 2027 dan 2028, dengan Lockheed Martin berinvestasi dalam teknologi propulsi, sensor, dan kemampuan manufaktur. Teknologi ramjet yang digunakan diharapkan untuk mempertahankan kecepatan tinggi dengan memanfaatkan gerakan maju dari misil itu sendiri, memungkinkan jangkauan yang lebih luas tanpa memerlukan peluncur baru.Meskipun pengembangan ini menawarkan banyak potensi, perlu diingat bahwa teknologi bukan tanpa batasan. Misil PrSM Increment 4 akan tetap kompatibel dengan peluncur yang ada dan sistem panduan yang telah terbukti, tetapi kesuksesan di lapangan akan bergantung pada hasil uji coba yang direncanakan. Ada tantangan yang harus dihadapi, seperti memastikan bahwa semua sistem berfungsi secara optimal dalam berbagai kondisi tempur.Bagi generasi muda Indonesia yang berpikiran maju, perkembangan seperti ini membuka peluang baru dalam sektor teknologi dan industri pertahanan. Sebagai negara yang juga berusaha untuk meningkatkan kekuatan militernya dan kemampuan pertahanannya, Indonesia dapat melihat kemajuan ini sebagai dorongan untuk menciptakan inovasi di bidang keamanan nasional. Ini juga bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan lulusan baru untuk mengejar karir di teknologi pertahanan, propulsi, dan bahkan penelitian penerbangan.
Teknologi ramjet adalah jenis sistem propulsi yang bergerak berdasarkan prinsip tekanan udara dari kecepatan tinggi. Ramjet memanfaatkan laju gerakan maju agar udara dapat terkompresi ke dalam mesin dan terbakar dengan bahan bakar. Ini memberikan kemampuan untuk terbang pada kecepatan tinggi tanpa memerlukan bagian bergerak yang kompleks, sehingga meningkatkan efisiensi. Dengan penerapan teknologi ini pada misil PrSM, jangkauan dan efektivitasnya akan meningkat signifikan, yang merupakan langkah maju dalam teknologi militer global dan bisa menjadi referensi lebih untuk inovasi di Indonesia.
Perkembangan tersebut bukan hanya penting untuk pertahanan, tetapi juga dapat berdampak pada industri lokal. Misalnya, peningkatan investasi dalam teknologi propulsi dapat menciptakan lapangan kerja baru yang melibatkan lulusan teknik dan sains. Anak-anak muda yang bersiap memasuki dunia kerja di sektor teknologi ini mungkin menemukan peluang yang lebih luas di masa depan, baik di bidang penelitian, manufaktur, dan inovasi teknologi lain yang mendatang. Dengan mengadopsi teknologi maju ini, Indonesia berpotensi memperkuat pendirian dalam arena teknologi global.situasi geopolitik dunia saat ini menunjukkan bagaimana pentingnya inovasi dalam pertahanan untuk keamanan nasional. Inisiatif seperti yang dilakukan oleh Lockheed Martin tidak hanya memengaruhi Angkatan Darat AS, tetapi juga memberi pelajaran bagi Indonesia tentang pentingnya investasi dalam teknologi untuk keamanan dan pertumbuhan ekonomi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 27 Okt 2026, 20.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)