TLDR
The RealReal telah memperbarui sistem pertahanan botnya untuk mengatasi penggunaan agen AI dalam berbelanja. Penggunaan agen AI seperti Muse dapat mengganggu pengalaman berbelanja dan sistem cadangan yang ada di platform online. Peritel harus terus meningkatkan perlindungan mereka seiring dengan perkembangan belanja online yang didorong oleh AI. Pomodo.id - The RealReal, sebagai peritel barang mewah bekas, baru-baru ini mengumumkan peningkatan sistem pertahanan botnya untuk mengatasi penggunaan agen AI yang dapat memanfaatkan sistem reservasi produk mereka. Langkah ini diambil setelah sebuah artikel dari The Verge melaporkan bagaimana agen AI dapat terus mengatur ulang item dalam keranjang belanja selama periode tahan selama 20 menit, sehingga mencegah pelanggan lain untuk membeli produk yang sama. Situasi ini menyebabkan The RealReal mengalami kerugian dalam penjualan karena produk tidak tersedia bagi pelanggan yang ingin membelinya.Dalam upayanya untuk mengatasi masalah tersebut, Luke Friang, kepala teknologi di The RealReal, menyatakan bahwa mereka telah memperbarui konfigurasi pertahanan bot, sehingga lebih sulit bagi agen AI untuk masuk, menambahkan item ke keranjang, dan melakukan pembayaran. Meskipun agen AI masih dapat mencari produk dan mengarahkan pengguna Muse ke halaman produk, perusahaan akan terus menguatkan perlindungan seiring dengan perkembangan belanja online berbasis AI.Penggunaan agen AI untuk berbelanja memang menjadi semakin umum, namun pengalaman menggunakan teknologi ini sering kali terasa aneh dan membingungkan. Sebagai contoh, meskipun perusahaan seperti Meta, Google, dan OpenAI memasarkan agen AI sebagai asisten pribadi yang dapat menyederhanakan pengalaman berbelanja, dalam praktiknya, agen ini membutuhkan instruksi yang sangat banyak dan sering kali tidak memberikan hasil yang sesuai harapan pengguna. Percobaan dalam menggunakan agen belanja menunjukkan bahwa, meski agen AI dapat menjalankan tugas, tetap ada tantangan besar yang dihadapi pengguna dalam menggunakan teknologi ini.
Agen AI adalah program perangkat lunak yang dirancang untuk membantu pengguna melakukan berbagai tugas, termasuk berbelanja online. Meskipun diiklankan sebagai alat yang mempermudah hidup, agen ini sering kali memerlukan instruksi yang sangat detil dan dapat membawa kembali kesalahan yang tidak diinginkan, membuat pengalaman belanja menjadi kurang efisien. Dalam konteks Indonesia, ini berarti mereka yang ingin mencoba menggunakan agen AI untuk berbelanja mungkin akan menghadapi banyak kebingungan dan frustasi sepenuhnya, yang seharusnya tidak terjadi jika mereka pergi berbelanja secara langsung.
Dampak dari perubahan ini adalah bahwa pengguna, terutama generasi muda Indonesia, mungkin harus menyiapkan diri untuk menggunakan teknik baru dalam berbelanja online yang melibatkan agen AI. Sementara teknologi ini menjanjikan kemudahan, kenyataannya adalah masih ada banyak hal yang harus diperbaiki untuk membuat pengalaman berbelanja menjadi lebih user-friendly dan efisien. Para pengguna di Indonesia, misalnya, mungkin perlu lebih cerdas dan hati-hati dalam mengandalkan teknologi tersebut, dan memahami bahwa agen AI masih dalam tahap perkembangan. Ketidakpastian ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka, serta pandangan mereka terhadap penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.Secara keseluruhan, peningkatan sistem pertahanan oleh The RealReal menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap praktik yang dapat merugikan konsumen lainnya, terutama dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Untuk generasi muda Indonesia, hal ini menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi canggih terus berkembang, tanggung jawab terhadap etika dan kesetaraan dalam berbelanja tetap harus menjadi prioritas utama.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 27 Okt 2026, 01.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)