TLDR
Penemuan Gerrothorax maritimus menunjukkan bahwa amfibi mampu hidup di lingkungan laut 237 juta tahun yang lalu. Fosil ditemukan di Guizhou, yang dulunya merupakan lautan asin, dan menunjukkan adaptasi unik amfibi terhadap salinitas. Penelitian ini dapat mengubah pemahaman kita tentang evolusi dan adaptasi amfibi di masa lalu. Pomodo.id - Amfibi purba yang baru ditemukan menunjukkan kemampuan untuk hidup di lingkungan laut 237 juta tahun lalu, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution. Dua fosil dari kelompok amfibi primitif yang dikenal sebagai temnospondyls ditemukan di provinsi Guizhou, China, yang dulunya merupakan lautan asin pada periode Trias Akhir. Peneliti sementara memberi nama spesies ini Gerrothorax maritimus. Makhluk sepanjang 74 sentimeter ini memiliki tubuh yang datar dan hampir seluruhnya dilapisi oleh pelindung tubuh.Spesies amfibi modern yang ada saat ini cukup banyak, lebih dari 8.000 spesies, tetapi tidak ada satu pun yang hidup secara eksklusif di lingkungan laut. Temuan ini dianggap sangat signifikan oleh Steve Brusatte, seorang paleontolog dan biolog evolusi dari Universitas Edinburgh, Inggris. Ia menyatakan bahwa jika Gerrothorax memang sepenuhnya hidup di laut, maka temuan ini dapat mengubah pemahaman kita tentang evolusi amfibi. Penemuan semacam ini membuka kemungkinan baru untuk memahami bagaimana hewan purba beradaptasi dengan lingkungan yang penuh tantangan.
Temnospondyls adalah kelompok amfibi primitif yang hidup dari periode Paleozoikum hingga Mesozoikum. Mereka adalah nenek moyang dari amfibi modern dan memiliki beragam spesies yang menunjukkan adaptasi terhadap berbagai lingkungan. Salah satu mitos yang sering beredar adalah bahwa semua amfibi harus selalu berada di dekat air tawar untuk bertahan hidup, tetapi penemuan seperti Gerrothorax menunjukkan bahwa beberapa amfibi pertama kali berevolusi untuk menguasai lingkungan laut.
Meski temuan ini revolusioner, ada beberapa keterbatasan terutama mengenai interpretasi habitat amfibi ini. Banyak amfibi modern dapat bertahan dalam lingkungan yang bervariasi, tetapi tidak ada yang sepenuhnya bersifat laut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Gerrothorax memiliki adaptasi untuk kehidupan laut, tidak semua spesies amfibi memiliki kemampuan serupa. Keterbatasan ini menunjukkan bahwa evolusi amfibi menuju lautan mungkin terjadi dalam langkah-langkah bertahap yang sangat spesifik.Bagi pembaca muda di Indonesia, penemuan ini memiliki implikasi yang lebih dari sekadar informasi. Ini menunjukkan potensi yang belum dimanfaatkan di dunia penelitian dan konservasi. Dengan keberadaan banyak spesies amfibi di Indonesia yang terancam punah, pemahaman yang lebih baik mengenai evolusi spesies dapat membantu dalam upaya pelestarian. Mengingat pentingnya ekosistem air tawar dan maritim bagi Indonesia, penelitian lanjutan di bidang ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tetapi juga menciptakan peluang karir di bidang biologi, konservasi, dan penelitian lingkungan. Selain itu, penemuan ini mengangkat kesadaran akan pentingnya diversifikasi lingkungan hidup yang ada dalam ekosistem Indonesia, terutama di wilayah yang kaya biodiversitas seperti Papua dan Sumatra.Dengan demikian, penemuan terbaru ini tidak hanya mengubah pandangan kita tentang sejarah evolusi, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan karir di bidang ilmu pengetahuan bagi generasi muda, dengan penekanan pada pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 27 Okt 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)