TLDR
Indonesia menargetkan pembangunan PLTN dengan kapasitas 35 GW pada tahun 2060 untuk meningkatkan kemandirian energi. Kesiapan SDM dan penerapan standar keselamatan yang ketat sangat penting dalam pengoperasian fasilitas nuklir. Peningkatan kapasitas PLTN membuka peluang karir di sektor energi bersih dan teknologi nuklir bagi generasi muda. Pomodo.id - ESDM menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan kapasitas 35 Gigawatt (GW) pada tahun 2060 sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kemandirian energi Indonesia. Dalam mencapai target ini, pemerintah menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan penerapan standar keselamatan yang ketat dalam pengoperasian fasilitas nuklir.Indonesia saat ini sedang menghimpun inisiatif untuk memperkuat ekosistem energi nuklir, yang meliputi pengembangan reaktor penelitian dan bahan bakar yang ramah lingkungan. Kapasitas yang direncanakan sebesar 35 GW akan menjadi kontribusi signifikan bagi pencapaian target energi terbarukan dan keamanan energi, mengingat saat ini Indonesia memiliki kapasitas data center mencapai 274 megawatt (MW). Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Bapeten kini terlibat aktif dalam penelitian dan pengaturan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan nuklir, yang berfungsi untuk memastikan keselamatan dan kepatuhan di setiap fasilitas nuklir yang ada.Namun, meskipun ada rencana ambisius untuk meningkatkan kapasitas PLTN, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kesiapan SDM dan masyarakat secara umum untuk menerima teknologi ini. Selain itu, potensi ketakutan masyarakat terkait dengan keselamatan nuklir sering kali menjadi penghambat utama. Dalam hal ini, Indonesia perlu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan risiko teknologi nuklir untuk mendukung penerapan yang aman dan efektif.
Kesiapsiagaan nuklir adalah istilah yang merujuk pada kesiapan untuk menghadapi insiden yang terkait dengan teknologi nuklir, termasuk penanganan kecelakaan dan pencurian bahan radioaktif. Di Indonesia, kesiapsiagaan ini menjadi fokus utama, dan Bapeten bertugas mengawasi standar keselamatan dan kepatuhan dalam pelaksanaannya. Penting untuk diketahui bahwa tidak semua reaksi publik yang negatif terhadap energi nuklir didasari oleh fakta yang tepat. Teknologi nuklir modern dirancang untuk tetap aman, bahkan dalam situasi darurat.
Perkembangan ini dapat berdampak signifikan bagi generasi muda Indonesia. Dengan meningkatnya kapasitas PLTN dan kebutuhan akan tenaga kerja terampil di sektor ini, peluang karir di bidang teknologi energi, penelitian nuklir, dan keamanan nuklir akan berkembang. Ini adalah kesempatan bagi para mahasiswa dan lulusan baru untuk belajar tentang teknologi baru, serta berkontribusi pada proyek-proyek inovatif yang memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan energi di Indonesia. Keterlibatan dalam proyek-proyek energi bersih dapat juga menjadi nilai tambah dalam pencarian kerja atau saat berinvestasi di sektor yang sedang berkembang ini.Menuju masa depan, Indonesia diharapkan dapat membangun ekosistem energi yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan, dengan dukungan dari teknologi nuklir yang aman. Sebagai generasi penerus, menyesuaikan diri dengan perubahan ini baik dalam pendidikan maupun keterampilan akan memberi keuntungan, tidak hanya dalam hal kesempatan kerja tetapi juga dalam peran sebagai warga yang bertanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 26 Okt 2026, 23.49 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)