TLDR
OpenAI telah membuat kemajuan signifikan dalam migrasi kode dari COBOL ke bahasa pemrograman modern. Tantangan utama dalam mengganti sistem lama adalah kompleksitas dan risiko yang terlibat dalam perubahan. Pengujian yang ketat dan verifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa sistem baru berfungsi dengan cara yang sama seperti sistem lama. Pomodo.id - Perusahaan teknologi OpenAI baru-baru ini mengumumkan pencapaian signifikan dalam kemampuan model-model AI mereka untuk melakukan migrasi kode lama menjadi bahasa pemrograman modern. Dengan akurasi mencapai 97,9 persen, ini bisa menjadi solusi bagi organisasi yang ingin memelihara dan memperbarui sistem perangkat lunak lama yang masih sangat penting bagi operasi sehari-hari mereka. Salah satu bahasa pemrograman yang sering disebut adalah COBOL, yang telah bertahan selama hampir tujuh dekade dan masih menjalankan hampir 40 persen dari sistem perbankan online di dunia, 80 persen transaksi kartu kredit secara langsung, dan 95 persen dari semua transaksi ATM.COBOL, yang merupakan singkatan dari "common business-oriented language", pertama kali dikembangkan pada tahun 1959. Meskipun ada upaya selama bertahun-tahun untuk menemukan pengganti bahasa ini, COBOL tetap menjadi bagian vital dari infrastruktur dunia. Contohnya, sistem pemerintah dari jaminan sosial hingga layanan perpajakan bergantung pada kode ini. Diperkirakan, efisiensi COBOL yang buruk dapat merugikan PDB AS sekitar $105 miliar per tahun, yang menunjukkan betapa mendalamnya dampak dari sistem lama ini.Namun, tantangan besar tetap ada dalam transisi dari sistem lama ke yang baru. Meskipun OpenAI berhasil mengembangkan model yang lebih baik untuk migrasi kode, untuk sistem yang sudah mapan, proses penggantian menjadi risiko jika tidak dikelola dengan baik. Misalnya, penyesuaian kecil dalam logika program dapat menghasilkan hasil yang sangat berbeda, yang mungkin berdampak negatif pada perhitungan keuangan yang sudah ada. Dengan banyak kode dan aturan bisnis hanya ada dalam bentuk kode asli, hal ini menjadikan proses migrasi kompleks dan berisiko.
COBOL adalah bahasa pemrograman yang sangat tua, namun masih sangat relevan dalam dunia modern. Meskipun banyak yang menganggapnya kuno dan tidak cocok untuk proyek baru, kenyataannya COBOL masih digunakan secara luas, terutama dalam industri keuangan dan pemerintahan. Mengetahui dan memahami COBOL dapat membuka peluang karier di Indonesia, karena banyak perusahaan masih mengoperasikan sistem lama ini. Menguasai migrasi kode COBOL ke bahasa modern dapat menjadi keahlian yang sangat bernilai di pasar kerja.
Bagi para pemuda Indonesia, perkembangan ini menunjukkan bahwa ada peluang berarti di dunia pemrograman yang berusaha menjembatani kesenjangan antara teknologi lama dan baru. Mengingat jumlah transaksi yang didukung COBOL, ada kebutuhan mendesak bagi para pengembang perangkat lunak untuk memahami cara memodernisasi kode ini. Keahlian dalam bahasa pemrograman modern serta pemahaman terhadap kode lama seperti COBOL bisa membuka jalan menuju karier yang mapan dalam bidang teknologi.Meskipun transisi menuju sistem yang lebih modern terlihat menjanjikan, perhatian yang konsisten terhadap keamanan data dan integritas sistem tetap diperlukan untuk memitigasi potensi risiko. Pengalaman dan keahlian di bidang ini akan menjadi aset berharga saat bermitra dengan perusahaan yang menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka. Di Indonesia, perkembangan ini dapat membuka peluang untuk generasi muda yang ingin berkarir di sektor teknologi, membantu mentransformasi industri ke arah yang lebih inovatif dan efisien.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 26 Okt 2026, 21.10 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)