TLDR
Helion menerima hingga $175 juta dana dari Departemen Perdagangan untuk mendukung pengembangan semikonduktor untuk fusi nuklir. Pembangunan fasilitas di Everett dan Burlington bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi modul daya yang sangat dibutuhkan untuk reaktor fusi. Helion berencana untuk menghasilkan 50 megawatt energi bersih pada tahun 2028, yang dapat mengubah strategi energi di AS. Pomodo.id - Helion baru saja mencapai kesepakatan awal dengan Departemen Perdagangan AS untuk menerima dana hingga $175 juta (sekitar Rp 2,65 triliun) sebagai bagian dari proyek pengembangan semikonduktor dan elektronik daya untuk pembangkit listrik fusi yang sedang mereka kembangkan. Pendanaan ini didukung oleh Undang-Undang CHIPS yang bertujuan untuk memperkuat penelitian dan manufaktur semikonduktor dalam negeri. Selain dana dari pemerintah, Helion juga mendapatkan tambahan $50 juta (sekitar Rp 750 miliar) dari investor swasta. Dengan jumlah total $225 juta (sekitar Rp 3,4 triliun) ini, Helion ingin mendirikan fasilitas domestik serta jalur produksi untuk menciptakan modul khusus yang diperlukan dalam mengoperasikan reaktor fusi komersial.Helion mengandalkan sistem kelistrikan yang menggunakan pulsa daya tinggi untuk mengoperasikan pembangkit listrik mereka. Untuk itu, mereka memerlukan semikonduktor yang mampu menangani lonjakan arus listrik yang besar dalam waktu sangat singkat. Saat ini, semikonduktor yang dibutuhkan hanya diproduksi di luar negeri, yang berisiko bagi pasokan dalam negeri. Dengan memproduksi semikonduktor di AS, Helion berharap dapat menghilangkan risiko rantai pasokan dari luar negeri. Rancangan baru ini direncanakan akan beroperasi pada tegangan yang lebih tinggi, tetap dingin saat digunakan, dan berfungsi dengan baik selama bertahun-tahun.David Kirtley, CEO Helion, menyatakan bahwa "Membangun pembangkit energi fusi dalam skala besar membutuhkan kita untuk mempercepat teknologi seperti semikonduktor yang kritis untuk menjadikan fusi mungkin." Pendanaan tersebut akan membantu Helion memproduksi chip yang memenuhi standar efisiensi dan performa yang tepat untuk kebutuhan proyek mereka. Ini menjadi langkah signifikan di sektor teknologi yang mempunyai potensi besar untuk menghasilkan energi bersih dan tidak terbatas.Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Meskipun dana yang diterima sangat besar, proyek pembangunan pembangkit listrik fusi ini tetap memerlukan waktu dan investasi lebih lanjut untuk menjalankannya secara efisien. Helion masih dalam proses menyelesaikan pembangkit pertamanya, yaitu Orion, yang direncanakan bisa mulai beroperasi pada tahun 2028 untuk menyuplai listrik bagi Microsoft.
Energi fusi adalah proses penggabungan inti atom yang menghasilkan energi besar. Proses ini terjadi secara alami di matahari, namun di Bumi, mengubahnya menjadi sumber energi komersial yang berkelanjutan membutuhkan teknologi yang canggih. Energi fusi menawarkan potensi untuk menghasilkan listrik dengan emisi karbon yang sangat rendah, mengatasi tantangan perubahan iklim tanpa dampak negatif yang terkait dengan sumber energi fosil.
Perkembangan dalam proyek Helion ini membawa harapan bila Indonesia di masa depan dapat merasakan manfaat dari teknologi energi bersih, terutama jika investasi di sektor energi terbarukan semakin meningkat dan penelitian di bidang semikonduktor berkembang. Bagi generasi muda Indonesia, ini berarti peluang dalam hal karir di sektor teknologi dan energi yang terus bertumbuh. Dengan pemahaman lebih dalam tentang teknologi yang inovatif, mereka bisa berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih sustainabilitas dan efisien.Sebagai informasi tambahan, jumlah total dana yang diterima Helion setara dengan sekitar jumlah biaya untuk sewa kos selama beberapa tahun bagi seorang mahasiswa di Indonesia. Dengan begitu, meskipun proyek ini berapa jauh dari Indonesia, dampaknya terhadap cara kita memandang dan mengembangkan teknologi di dalam negeri sangatlah signifikan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 24 Okt 2026, 03.11 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)