TLDR
Kapal Tsurugidake dapat mengurangi emisi NOx hingga 85 persen dan CO2 hingga 30 persen. Kapal ini dilengkapi dengan mesin dual-fuel yang dapat menggunakan LNG dan bahan bakar minyak rendah sulfur. Desain baru kapal ini meningkatkan efisiensi dan kinerja dalam pelayaran dengan mengurangi hambatan gelombang. Pomodo.id - Kapal tanker baru yang dikembangkan di Jepang membawa kemajuan yang signifikan dalam teknologi pengurangan emisi. Kapal tersebut, bernama Tsurugidake, memiliki kemampuan mengurangi emisi nitrogen oksida (NOx) hingga 85 persen dan emisi karbon dioksida (CO2) sebanyak 30 persen. Kapal tanker ini dibangun oleh Kawasaki Heavy Industries dan baru saja diserahkan kepada Sequoia Navigation Inc. di Dalian, Tiongkok pada tanggal 14 Oktober 2026.Kapal Tsurugidake memiliki dimensi yang mengesankan, dengan panjang 1.114 kaki (339,5 meter) dan berat total maksimum 310.020 ton. Kapal ini merupakan tanker gas alam cair (LNG) terbesar yang dibangun hingga saat ini dan merupakan kapal keempat yang dirilis oleh Kawasaki Group. Desain kapalnya tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi hambatan gelombang yang dihasilkan saat berlayar, sehingga meningkatkan kinerja propulsi. Sistem mesin kapal ini menggunakan bahan bakar ganda, yakni LNG dan minyak solar rendah sulfur. Penggunaan LNG dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan mesin berat berbahan bakar minyak konvensional, dan menghilangkan emisi sulfur oksida sepenuhnya.Namun, sementara pengurangan emisi ini sangat menjanjikan, masih terdapat tantangan dalam penerapan teknologi bersih di industri perkapalan secara luas. Kapal-kapal lain yang juga beroperasi di sektor ini mungkin tidak memiliki kemampuan serupa dalam hal pengurangan emisi, dan biaya investasi untuk membangun kapal dengan teknologi ramah lingkungan sering kali lebih tinggi. Hal ini dapat membuat kapal konvensional yang lebih murah masih menjadi pilihan bagi banyak perusahaan pelayaran.Bagi para pemuda Indonesia, perkembangan ini membuka peluang karir dan industri baru di sektor maritim yang lebih berkelanjutan. Dengan pemerintah Indonesia berfokus pada pengurangan emisi karbon dan adopsi teknologi hijau, keterampilan dalam teknologi perkapalan yang berkelanjutan dan inovasi energi akan menjadi semakin berharga. Karier di bidang teknik kelautan, teknologi energi terbarukan, dan manajemen lingkungan akan semakin dihargai di pasar pekerjaan, menciptakan potensi lapangan kerja baru.
LNG (Liquefied Natural Gas)
LNG, atau gas alam cair, adalah gas alam yang didinginkan hingga bentuk cairnya untuk memudahkan penyimpanan dan transportasi. Keuntungan utama LNG adalah emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar minyak konvensional. Meskipun demikian, penggunaan LNG juga memerlukan infrastruktur tambahan untuk distribusi dan penyimpanan, yang bisa menjadi penghalang untuk adopsi yang lebih luas.
Dengan mengadopsi teknologi seperti yang terdapat pada kapal Tsurugidake, Indonesia dapat mendorong inovasi dalam teknologi maritim dan berkontribusi lebih besar pada globalisasi yang semakin berorientasi pada keberlanjutan. Melihat cara teknologi LNG diterapkan di Jepang, Indonesia mungkin saja mempercepat pengembangan industri serupa di dalam negeri untuk menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan. Ini penting untuk menjaga daya saing di pasar global yang semakin memprioritaskan perusahaan dengan jejak karbon rendah.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 24 Okt 2026, 03.12 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)