TLDR
Puls X-ray ultrashort dapat merekam gerakan elektron dalam atom secara real-time. Teknik pengukuran baru memungkinkan penentuan durasi pulsa X-ray yang sangat pendek. X-ray attosecond mencegah kerusakan pada sampel, memungkinkan pengamatan struktur yang utuh. Pomodo.id - Terobosan baru telah dicapai di SLAC National Accelerator Laboratory di Amerika Serikat, di mana para peneliti berhasil menciptakan dan mengukur pulsasi X-ray hard (berenergi tinggi) yang terpendek yang pernah direkam. Pulsasi ini berlangsung antara 100 hingga 400 attosekon, yang setara dengan satu miliar miliar detik, dan memiliki energi foton mendekati 9 keV. Temuan ini menjadikan SLAC sebagai salah satu pionir dalam penggunaan pulsasi X-ray ultrashort untuk mengamati dan mengontrol materi kuantum.Penelitian ini membuka jalan baru dalam pengamatan perilaku elektron yang super cepat di dalam atom dan plasma dens. Dengan menggunakan pulsasi ini, para ilmuwan mampu menangkap pergerakan elektron secara real-time, memungkinkan mereka untuk melihat struktur materi tanpa mengalami kerusakan akibat radiasi dari X-ray itu sendiri. Ichiro Inoue, seorang profesor di Universitas Tokyo, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah tonggak penting bagi penelitian yang memanfaatkan X-ray attosekon di SLAC.Meskipun penciptaan pulsasi ini sangat menantang, pengukurannya jauh lebih sulit. Agostino Marinelli, seorang profesor di SLAC, menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, mereka telah belajar untuk memproduksi pulsasi high-energy attosekon, tetapi mengonfirmasi panjang pulsasi yang hanya beberapa ratus attosekon merupakan tantangan besar. Teknik pengukuran yang diusulkan oleh Inoue menggunakan fenomena yang dikenal sebagai amplifikasi emisi spontan (ASE), di mana sinar X dibagi untuk mengukur spektrum energinya sambil memfokuskan sisa sinar ke foil tembaga.Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, mengapa pencapaian ini penting dan apa yang menghalangi aksesibilitasnya? Proses membuat dan mengukur pulsasi attosekon memerlukan teknologi canggih yang saat ini mungkin belum tersedia atau terjangkau bagi banyak institusi penelitian di negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini berarti bahwa meskipun temuan ini memberikan peluang penelitian yang luar biasa, akses ke teknologi ini dapat menjadi tantangan bagi peneliti muda di Indonesia.
Attosekon adalah satuan waktu yang digunakan untuk mengukur saat pergerakan tercepat di dalam atom, terutama dalam konteks interaksi elektron. Satu attosekon sama dengan satu miliar miliar detik, dan dapat digunakan untuk melihat proses yang terjadi lebih cepat dari pada perubahan kimia biasa. Pentingnya attosekon terletak pada kemampuannya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang perilaku elektron, yang pada gilirannya akan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi baru di bidang elektronik kuantum dan komputasi.
Dampak dari pencapaian ini bagi pembaca muda Indonesia cukup signifikan. Dalam dunia karier, kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan teknologi yang berhubungan dengan X-ray ultrashort dan perilaku materi kuantum semakin dibutuhkan. Keahlian dalam teknik pemrosesan sinyal dan pemodelan kuantum akan menjadi nilai tambah bagi para lulusan dan profesional yang mencari pekerjaan di bidang sains dan teknologi, khususnya dalam riset bahan.Dengan kemajuan teknologi ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam penelitian ilmiah, terutama dalam eksplorasi material dan pengembangan teknologi baru di masa depan. Potensi untuk menerapkan hasil penelitian ini mungkin tidak seketika dapat dilihat, tetapi menyiapkan jiwa-jiwa muda untuk beradaptasi dengan kemajuan ini akan menjadi investasi yang berharga. Inovasi dari penelitian seperti ini menegaskan pentingnya dukungan untuk pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi di Indonesia selama dekade mendatang.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 22 Okt 2026, 00.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)