TLDR
Ole Bielfeldt menangkap keindahan dunia mikroskopis dengan foto tetesan tinta printer. Fotografi mikroskopis dapat mengungkap detail-detail yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Penelitian di bidang biologi dan mikroskopi dapat memberikan wawasan baru tentang kehidupan dan ekosistem. Pomodo.id - Mengamati bagaimana printer inkjet bekerja melalui lensa mikroskop menciptakan pengertian baru tentang dunia mikro. Ole Bielfeldt, seorang mahasiswa desain dari Jerman, memenangkan kompetisi fotomikografi 2026 yang diselenggarakan oleh Nikon Small World dengan gambarnya yang menampilkan tetesan tinta printer. Diambil dengan rig khusus yang dia desain, gambarnya menunjukkan tetesan tinta yang meluncur dengan kecepatan hampir 20 meter per detik. Dalam foto tersebut, Ole menangkap momen ketika printer menuliskan kata “macro,” bagian dari nama media sosialnya, macrofying.Sebelum memulai proyek ini, Ole menganggap printer seperti “sihir.” Melalui eksplorasi mikroskopis ini, dia mampu memahami proses dan teknologi di balik pencetakan. Rig yang dibuatnya menarik perhatian banyak orang karena sederhana namun efektif. Dengan menyalakan lampu kilat sekejap dan bekerja dalam gelap, ia bisa mendapatkan gambar jelas dari tetesan tinta yang biasanya terlalu cepat untuk dipantau oleh kamera lambat sekalipun.Namun, meskipun foto-foto mikro memperlihatkan keajaiban teknologi pencetakan, ada batasan dalam hal aplikabilitasnya. Proyek Ole bersifat eksperimental dan lebih mengedepankan aspek artistik sebagai penggambaran daripada inovasi fungsi praktis yang bisa diterapkan secara komersial di industri percetakan di Indonesia. Meskipun bisa menginspirasi, keberhasilan ini tidak serta-merta berarti semua aspek pencetakan inkjet akan diperbarui dengan teknologi baru.Bagi pembaca muda di Indonesia, kemajuan dalam teknologi pencetakan dan pemahaman tentang dunia mikro ini membawa dampak pada cara pandang mereka terhadap teknologi. Menguasai teknik mikroskopi dan memahami microsystems dapat membuka berbagai peluang karier di bidang sains dan teknologi, terutama dalam perilaku dan aplikasi yang lebih kompleks, seperti pengembangan sensor, bioengineering, atau bahkan aplikasi dalam tatto permanen seperti PhotoTat—tinta yang dapat berubah warna dan menjadi tak terlihat berdasarkan cahaya.
PhotoTat adalah teknologi yang memungkinkan tinta untuk menjadi terlihat hanya dalam kondisi pencahayaan tertentu. Tinta ini menggunakan bahan yang disebut pewarna fotochromic, yang dapat berubah warna saat terkena sinar ultraviolet. Teknologi ini bermakna untuk aplikasi medis, di mana tato yang disisipkan dapat berfungsi sebagai pengingat bagi pasien tanpa terlihat oleh orang lain. Salah satu kesalahpahaman umum mengenai tinta ini adalah bahwa tinta hanya digunakan untuk keperluan dekoratif atau seni; sebenarnya, inovasi ini mempunyai potensi dalam dunia kedokteran.
Dengan meningkatnya minat terhadap teknologi mutakhir di Indonesia, seperti fascinasi terhadap dunia mikro dan pencetakan inkjet, maka keahlian di bidang teknologi, desain, dan sains akan semakin penting. Memahami cara kerja di balik produk yang digunakan sehari-hari, seperti printer, bisa mendorong para profesional muda untuk melakukan lebih dari sekadar menggunakan teknologi, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan dan inovasi di dalamnya. Pengembangan lebih lanjut dalam teknologi pencetakan juga bisa memperkuat industri kreatif di Indonesia, dengan potensi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 21 Okt 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)