TLDR
SpaceX berencana untuk menangkap Starship dan Super Heavy untuk pertama kalinya bulan depan. Jika berhasil, ini akan menjadi pencapaian bersejarah dalam pemulihan kendaraan peluncuran orbital. Musk memperingatkan bahwa kesuksesan tidak dijamin, tetapi peluang keberhasilan lebih besar dari sebelumnya. Pomodo.id - SpaceX akan melakukan upaya merebut kembali roket Starship dan penguatnya untuk pertama kalinya bulan depan. Jika upaya ini berhasil, ini akan menandai pertama kalinya sebuah kendaraan peluncur orbital dapat dipulihkan sepenuhnya. Elon Musk, CEO SpaceX, menyebut ini sebagai pencapaian teknologi yang mendalam dalam sejarah peradaban. Starship terdiri dari dua tahap: penguat Super Heavy dan wahana Starship yang berfungsi untuk misi ke luar angkasa. Dengan tinggi sekitar 120 meter dan diameter 9 meter, Starship ditenagai oleh mesin Raptor yang menggunakan metana cair dan oksigen cair sebagai bahan bakar.Musk menyampaikan bahwa meskipun ada kemungkinan kegagalan, ia merasa peluang keberhasilan lebih besar dari 50% untuk penerbangan mendatang. Selain itu, SpaceX memiliki serangkaian upaya penerbangan Starship yang telah dijadwalkan hingga akhir tahun ini, dan mereka berencana untuk meningkatkannya pada tahun depan. Peluncuran Starship yang dilakukan bulan lalu tidak hanya berhasil mengorbit Bumi tetapi juga melakukan beberapa hal baru yang belum pernah dicapai sebelumnya.
Starship adalah wahana luar angkasa paling canggih yang pernah dikembangkan oleh SpaceX dan ditujukan untuk misi luar angkasa yang ambisius, termasuk perjalanan ke Mars. Setelah diperkenalkan pada tahun 2018, Starship dirancang untuk kembali ke tempat peluncurannya, di mana alat mekanik yang disebut "chopstick" akan menangkap kendaraan itu di tengah udara. Ini adalah bagian dari visi SpaceX untuk mengurangi biaya perjalanan luar angkasa dan memfasilitasi kolonisasi Mars, yang bisa menjadi langkah besar bagi umat manusia di masa depan.
Ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi SpaceX dalam upaya ini. Sebagai contoh, meskipun keberhasilan diuji, tidak ada jaminan bahwa setiap upaya peluncuran akan berhasil. Hal ini menciptakan tantangan dalam keandalan dan kerapian proyek. Meski demikian, keberhasilan dalam pemulihan ini akan menjadi terobosan besar dalam teknologi luar angkasa dan dapat mengubah cara kita memandang peluncuran roket di masa depan.Bagi kaum muda Indonesia, pencapaian ini membuka peluang dalam bidang teknologi dan industri luar angkasa. Dengan semakin inovatifnya teknologi peluncuran dan pemulihan, industri terkait bisa berkembang, membuka lapangan kerja baru bagi mereka yang tertarik di bidang teknik dan teknologi. Selain itu, maraknya proyek luar angkasa meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), yang merupakan kunci untuk berkontribusi di era digital dan teknologi tinggi.Ketersediaan pekerjaan di industri luar angkasa juga semakin mengundang minat. Dalam beberapa tahun mendatang, banyak sekali peluang bagi para insinyur, ilmuwan data, dan profesional teknologi lainnya. Hal ini menekankan pentingnya pendidikan di bidang yang relevan agar dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Sektor luar angkasa, nasib Indonesia di kancah global, dan hubungan antara teknologi dan keberlanjutan menjadi isu penting yang harus dimengerti dan diperhatikan oleh generasi muda saat ini.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 21 Okt 2026, 05.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)