TLDR
Pameran Roadster oleh Tesla menimbulkan keraguan tentang keaslian dan kemampuan teknologinya. Yann LeCun menyebut demonstrasi mobil terbang sebagai 'stunt pemasaran' yang tidak praktis. Tesla memiliki riwayat kontroversi terkait dengan demonstrasi produk yang sering kali dipertanyakan keasliannya. Pomodo.id - Kehebohan Tesla baru-baru ini mengungkapkan Roadster yang bisa terbang, memicu diskusi besar tentang apakah ini sebuah inovasi revolusioner atau sekadar aksi pemasaran. Dalam sebuah demonstrasi di Waco, Texas, CEO Tesla, Elon Musk, menunjukkan kemampuan Roadster baru dengan mengemudikannya hingga ke ujung ramp, terbang di udara dengan bantuan thruster berbahan bakar dingin, lalu mendarat dengan anggun. Namun, di balik aksi spektakuler ini, banyak pertanyaan muncul mengenai kelayakan produk ini di jalan umum dan seberapa mirip bentuknya dengan model yang akan dijual kepada konsumen.Menurut Tesla, versi "Roket" dari Roadster dilengkapi dengan 600 liter udara terkompresi, sepuluh saluran thruster, dan sistem penghisap besar di bagian bawah. Untuk memfasilitasi semua ini, Tesla menghilangkan kursi penumpang. Namun, beberapa pengamat berpendapat bahwa mobil ini mungkin lebih barebone, bahkan mungkin tanpa baterai ukuran penuh demi mengurangi bobot dan memperluas ruang. Dalam tangkapan layar yang menunjukkan bagian bawah mobil saat melayang, terlihat tidak adanya penghisap, yang semakin memperkuat spekulasi bahwa Tesla mungkin belum sepenuhnya siap untuk memproduksi versi yang dapat diakses oleh publik.Untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, kita perlu memikirkan tentang apa yang terungkap selama demonstrasi ini. Jalan menuju mobil yang benar-benar terbang akan memerlukan banyak regulasi, dan mengingat bahwa mobil ini tampaknya lebih berupa proyeksi pemasaran daripada produk jadi. Pengintaian di media sosial menunjukkan bahwa orang-orang menganggap kemampuan terbang ini mirip dengan elemen permainan video ketimbang realitas yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Thruster Berbahan Bakar Dingin
Thruster berbahan bakar dingin adalah teknologi yang memungkinkan kendaraan, seperti Roadster, untuk meluncur ke udara menggunakan gas bertekanan. Dalam konteks Roadster, ini berarti kendaraan bisa melejit dengan cepat tetapi tidak mungkin digunakan dalam situasi nyata di jalan raya. Keberadaan thruster ini, meskipun menarik, membatasi kenyataan praktis dari kendaraan yang bisa dimiliki oleh konsumen.
Dari perspektif yang lebih luas, meskipun kemampuan terbang Roadster dapat memukau banyak orang, kenyataannya adalah ini tidak dapat menjadi pilihan transportasi yang nyata atau terjangkau di masa mendatang. Biaya reservasi untuk model standar Roadster adalah sekitar $50.000, yang setara dengan lebih dari 700 juta Rupiah, dan hal ini membuatnya jauh dari jangkauan kebanyakan orang Indonesia, mengingat gap antara pendapatan rata-rata dan harga barang mewah. Dengan konteks ini, kita harus bertanya: apakah inovasi seperti ini akan mengubah cara kita mempertimbangkan mobilitas di masa depan?Seiring pembangunan teknologi, penting bagi generasi muda di Indonesia untuk mengikuti perkembangan ini. Keterampilan di bidang teknik, desain otomotif, dan inovasi teknologi menjadi semakin berharga. Perkembangan teknologi ini juga menunjukkan bahwa ada potensi besar di industri otomotif untuk inovasi, meskipun skema seperti Roadster saat ini lebih menunjukkan tren pemasaran daripada sesuatu yang akan benar-benar kami lihat di jalanan. Secara keseluruhan, bagi para mahasiswa, pekerja awal, dan calon investor Indonesia, menyaksikan bagaimana inovasi ini berkembang ke depan bisa menjadi wawasan penting dalam memahami industri otomotif dan teknologi.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 20 Okt 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)