TLDR
Teknik baru dapat menghancurkan PFAS yang dikenal sebagai bahan kimia selamanya. Membran katalis yang dirancang dapat mengurangi lebih dari 90% senyawa PFAS dalam air. Tantangan biaya dan efisiensi perlu diatasi sebelum teknologi ini diterapkan secara luas. Pomodo.id - Peneliti dari Arizona State University telah mengembangkan teknik baru untuk menghancurkan per- dan polifluoroalkil substan (PFAS), yang dikenal sebagai "bahan kimia abadi." Bahan kimia ini merupakan kelompok zat sintetis yang tidak dapat membusuk atau terurai di bawah sinar matahari atau di tanah. Dalam sebuah studi, sebuah koalisi internasional merancang membran katalitik yang berfungsi sebagai "pemburu-pembunuh" untuk menghancurkan molekul beracun ini. Pemimpin Biodesign Swette Center for Environmental Biotechnology, Bruce Rittmann, menegaskan bahwa PFAS sudah ada di dalam tubuh kita dan bertahan dalam lingkungan, bergerak naik ke rantai makanan, sehingga menjadi masalah yang besar.Metode pengolahan air tradisional, seperti filter karbon aktif dan resins pertukaran ion, hanya dapat mengekstrak PFAS dari air minum, tetapi tidak menghancurkannya, dan justru menyisakan limbah berbahaya. Proses ini sering kali menghasilkan kategori konsentrasi larutan dan limbah filter yang harus dibuang atau dibakar, yang hanya menunda penyelesaian masalah. Menurut Rittmann, “PFAS sulit untuk diuraikan, dan proses normal yang kita gunakan tidak efektif.” Kekuatan jalinan karbon-fluorin yang sangat kuat menjadi penyebab utama. Jalinan ini melindungi tulang punggung karbon dengan cara yang hampir seperti lapisan pelindung, sehingga mikroba tidak dapat mencerna dan bahan kimia tidak mampu merusaknya.
Membran katalitik yang dirancang bertindak sebagai "pemburu-pembunuh," menghancurkan molekul PFAS secara efektif dalam satu proses. Ini penting karena PFAS tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengakibatkan risiko kesehatan bagi manusia, terutama ketika terakumulasi dalam rantai makanan. Banyak metode saat ini hanya memindahkan PFAS dari satu tempat ke tempat lain tanpa menghilangkan masalah. Katalis baru ini menawarkan harapan untuk metode yang lebih permanen dan aman dalam mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh bahan kimia ini.
Pengembangan teknologi ini dapat berdampak signifikan bagi generasi muda Indonesia. Ketika dunia semakin memperhatikan tantangan lingkungan dan kesehatan akibat pencemaran, ada peluang bagi profesional muda di bidang teknologi dan lingkungan untuk terlibat. Dalam beberapa tahun ke depan, kebutuhan akan pekerjaan yang berfokus pada inovasi dan solusi berkelanjutan semakin meningkat, membuka peluang baru di sektor teknologi ramah lingkungan. Ini juga menciptakan kesempatan bagi para insinyur dan ilmuwan di Indonesia untuk mengembangkan keahlian dalam teknologi penghancuran bahan kimia berbahaya, baik melalui kolaborasi internasional maupun proyek penelitian lokal.Perubahan ini tidak hanya relevan untuk peningkatan keterampilan kerja tetapi juga dalam memahami tantangan lingkungan yang dihadapi dunia, termasuk Indonesia. Dengan berkembangnya kesadaran akan masalah PFAS dan uji coba metode baru, ada kemungkinan investasi dalam teknologi yang lebih bersih dan lebih efisien. Inisiatif seperti ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, dan bisa jadi menarik perhatian sektor-sektor yang membutuhkan inovasi dalam pengelolaan limbah dan perlindungan lingkungan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 20 Okt 2026, 03.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)