TLDR
Latihan menunjukkan kemampuan serangan kapal selam Novosibirsk dengan rudal Oniks dan Kalibr. Latihan ini menyoroti peran multipurpose kapal selam dalam Angkatan Laut Pasifik Rusia. Kapal selam Yasen-M memperkuat kemampuan Rusia untuk melakukan serangan jarak jauh baik di laut maupun darat. Pomodo.id - Salah satu kapal selam bertenaga nuklir dari Armada Pasifik Rusia, Novosibirsk, telah berhasil melakukan peluncuran rudal Oniks dan Kalibr di Samudra Pasifik. Kapal selam ini merupakan bagian dari kelas multipurpose yang dikenal sebagai Project 885M Yasen-M. Melalui uji coba ini, rudal Kalibr dilaporkan mampu mengenai sasaran pada jarak 745 mil, sementara rudal Oniks melakukan serangan terhadap target laut dan menempuh jarak 105 mil. Latihan ini menegaskan kemampuan kapal selam untuk menyerang baik sasaran di laut maupun di darat saat beroperasi di bawah permukaan air.Peluncuran rudal ini merupakan bagian dari kegiatan latihan militer terjadwal yang bertujuan untuk menguji kemampuan tempur kapal selam. Selain itu, pemindahan peluncuran menyoroti kemampuan Novosibirsk untuk menggunakan sistem rudal yang berbeda untuk menyerang jenis target yang berbeda, yang mencakup serangan maritim serta serangan jarak jauh terhadap sasaran yang berada di darat. Armada Pasifik Rusia juga telah mengamankan area latihan, yang ditutup untuk lalu lintas sipil selama peluncuran rudal.
Rudal Kalibr adalah jenis rudal jelajah yang digunakan oleh sejumlah negara untuk berbagai misi, termasuk menyerang target darat dan laut. Sementara itu, rudal Oniks dirancang khusus untuk menyerang sasaran di laut. Keduanya merupakan bagian dari sistem senjata modern yang meningkatkan daya tembak dan efektivitas operasi maritim. Pemahaman tentang teknologi ini penting karena perkembangan teknologi pertahanan global dapat mempengaruhi stabilitas di wilayah tertentu, termasuk di Asia Tenggara.
Keberhasilan uji coba ini menunjukkan ketersediaan dan kemajuan teknologi pertahanan Rusia, yang bisa berimplikasi pada ketegangan geopolitik di kawasan. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam latihan ini, pengembangan teknologi senjata canggih oleh negara-negara lain bisa memengaruhi keamanan dan stabilitas wilayah Asia Tenggara. Isu keamanan menjadi sangat penting bagi Indonesia, terutama dalam konteks menjaga kedaulatan maritim dan menghadapi tantangan dari laut.Bagi generasi muda Indonesia, terutama yang berkecimpung dalam bidang teknologi, pertahanan, dan hubungan internasional, peristiwa ini menggambarkan pentingnya memahami dinamika teknologi militer dan dampaknya pada stabilitas regional. Sebagai negara dengan potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi dan solusi teknologi, Indonesia perlu proaktif dalam mengembangkan sektor pertahanan dan teknologi untuk menjaga keamanan dan menghadapi tantangan global di masa depan. Ini bisa menciptakan peluang kerja baru di bidang sains, teknologi, dan manajemen risiko.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 17 Okt 2026, 12.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)