TLDR
Hanwha Systems berhasil mendemonstrasikan sistem pertahanan udara laser yang dapat mencegat drone. Sistem Cheongwang menawarkan biaya rendah untuk mencegat ancaman drone murah. Hanwha sedang mengembangkan kendaraan lapis baja yang dilengkapi laser 50-kilowatt untuk pasar internasional. Pomodo.id - Hanwha Systems dari Korea Selatan baru-baru ini berhasil mendemonstrasikan sistem senjata laser pertahanan udara yang dapat menghadapi ancaman drone murah. Dalam latihan militer Army TIGER+ yang diadakan pada 14 Oktober, sistem laser Cheongwang berhasil menghancurkan semua tiga target drone dengan menggunakan sinar laser berkekuatan tinggi. Keberhasilan ini menandai langkah maju dalam teknologi pertahanan yang berpotensi mengubah cara negara menangkal serangan udara tanpa perlu menggunakan amunisi konvensional yang lebih mahal.Sistem Cheongwang, yang juga dikenal sebagai Laser Air Defense Weapon Block-I, mulai beroperasi pada Desember 2024 dan merupakan senjata laser pertahanan udara pertama yang dioperasikan secara resmi di dunia. Dengan fokus pada biaya yang rendah, setiap kali sistem beroperasi, biayanya sekitar 2.000 won Korea Selatan, atau sekitar 1,50 dolar AS, jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan rudal. Hanwha sedang mengembangkan kendaraan lapis baja dengan laser 50-kilowatt untuk meningkatkan mobilitas dan daya output laser, yang memberikan keunggulan signifikan dalam menghadapi serangan drone.Namun, meskipun teknologi ini menjanjikan, ada beberapa kekhawatiran mengenai ketersediaan dan penerimaan pasar. Hingga saat ini, Hanwha belum mengumumkan pesanan ekspor yang pasti untuk sistem lapis baja yang sedang dalam pengembangan tersebut, sehingga dampak jangka panjang bagi perekonomian mungkin belum dapat diprediksi.
Sistem Laser Pertahanan Udara
Senjata laser pertahanan udara seperti Cheongwang menawarkan cara baru untuk menangani ancaman udara. Ketika sistem laser menargetkan drone, ia merusak komponen kritis target seperti baterai dengan menggunakan sinar laser berenergi tinggi, bukan dengan peluru atau rudal. Hal ini bukan hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga memungkinkan penggunaan berkelanjutan selama ada pasokan energi listrik. Sistem ini bisa menjadi solusi praktis untuk menghadapi banyak serangan drone sekaligus, dan memiliki potensi pasar yang besar di negara yang sedang mencari cara hemat untuk meningkatkan pertahanan udara.
Bagi pemuda Indonesia, berita mengenai pengembangan senjata seperti ini dapat mempengaruhi masa depan mereka di beberapa cara. Untuk para mahasiswa atau profesional muda yang bercita-cita berkarir di industri pertahanan atau teknologi, memahami sistem seperti ini dapat membuka peluang pekerjaan yang baru. Sebagai contoh, perkembangan ini menciptakan kebutuhan akan insinyur dan teknisi yang menguasai teknologi laser serta sistem pertahanan udara modern. Indonesia, yang terus berupaya meningkatkan kemampuan garis depannya di bidang teknologi pertahanan, dapat berperan dalam bidang yang sama dengan mengadopsi dan berinovasi dalam teknologi senjata masa depan.Dengan harga operasional yang rendah dan potensi untuk mengatasi ancaman tanpa perlu amunisi mahal, sistem laser seperti Cheongwang dapat merevolusi cara negara berinvestasi dalam perangkat pertahanan. Hal ini juga dapat merangsang minat dalam pengembangan alat dan teknologi pertahanan di Indonesia, yang pada gilirannya dapat mendukung tujuan ekonomi nasional. Meskipun tantangan akan terus ada, kesuksesan yang dicapai oleh Hanwha Systems setidaknya menunjukkan bahwa teknologi pertahanan masa depan tidak selalu harus mahal dan rumit.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 16 Okt 2026, 21.06 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)