TLDR
Pelatihan Bimtek FKRID memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam penelitian yang berbasis kebutuhan lokal. Pengajuan kajian kebijakan daerah membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan riset dan mendapatkan dukungan finansial. Program ini berpotensi mengurangi ketimpangan dalam pengajuan proposal riset antara daerah yang memiliki infrastruktur penelitian yang berbeda. Pomodo.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengadakan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk aplikasi FKRID, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk menghimpun aspirasi riset masyarakat. Pelatihan ini terlaksana bersamaan dengan dibukanya pengajuan kajian kebijakan daerah, yang akan berlangsung dari 13 Oktober hingga 8 November 2026, untuk didanai melalui DIPA 2027. Ini merupakan langkah signifikan BRIN dalam meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat dalam riset yang mencakup kebutuhan lokal.Dengan FKRID, BRIN berharap dapat memfasilitasi masyarakat yang ingin menyampaikan ide dan aspirasi riset yang relevan dengan konteks daerah mereka. Melalui periode pengajuan ini, para peneliti, akademisi, dan masyarakat umum diberi kesempatan untuk mengajukan proposal yang dapat mendapatkan dukungan finansial. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mendorong penelitian berbasis bukti yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah daerah, sehingga diharapkan mampu membawa perubahan dan inovasi yang nyata.Namun, tantangan tetap ada. Meskipun program ini membuka peluang yang luas, tidak semua daerah mungkin siap atau memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan ide-ide yang kompleks. Ada kemungkinan bahwa beberapa daerah akan kesulitan dalam menyusun proposal yang kompetitif, atau tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya dan dukungan yang ada. Ini dapat menyebabkan ketimpangan dalam pengajuan antara daerah yang memiliki infrastruktur penelitian yang lebih baik dan yang tidak.Perkembangan ini dapat berdampak signifikan bagi kaum muda di Indonesia. Munculnya program pengajuan kajian kebijakan daerah ini membuka jalan bagi mereka untuk terlibat langsung dalam penelitian yang bersentuhan dengan isu-isu riil di lapangan. Bagi mahasiswa, lulusan baru, atau pekerja muda yang tertarik dalam riset atau kebijakan publik, ini adalah kesempatan untuk mengembangkan keterampilan penelitian dan mendapatkan dukungan finansial untuk proyek-proyek mereka. Ini dapat menjadi pengalaman berharga yang meningkatkan nilai kompetitif mereka di pasar kerja.
FKRID, atau aplikasi Pengumpulan Aspirasi Riset, merupakan inisiatif dari BRIN untuk memudahkan masyarakat menyampaikan ide-ide penelitian. Aplikasi ini penting karena menciptakan saluran komunikasi antara peneliti dan masyarakat, menekankan pada riset yang berdasarkan bukti nyata dan konteks lokal. Dengan menggunakan FKRID, masyarakat dapat lebih terlibat dalam proses penelitian, serta memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan lebih relevan dan bermanfaat bagi mereka.
Secara keseluruhan, pelatihan Bimtek dan periode pengajuan kajian kebijakan daerah menunjukkan komitmen BRIN dalam memajukan riset yang inklusif di Indonesia. Pengembangan ini juga menjadi platform bagi generasi muda untuk mengejar peluang inovasi dan kontribusi terhadap kemajuan daerah mereka. Seiring dengan pelaksanaan program ini, diharapkan munculnya lebih banyak ide-ide segar yang bisa berkontribusi terhadap pembentukan kebijakan yang lebih baik dan sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 16 Okt 2026, 11.51 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)