TLDR
Kapal Mineral Europa melakukan pelayaran komersial pertama menggunakan amonia hijau sebagai bahan bakar. Operasi bunkering amonia hijau menunjukkan potensi rantai pasokan amonia yang berkelanjutan untuk bahan bakar maritim. Meskipun amonia hijau menjanjikan, kapal saat ini masih bergantung pada sebagian kecil bahan bakar fosil. Pomodo.id - Kapal berbahan bakar green ammonia, Mineral Europa, baru saja memulai perjalanan pelayaran komersial pertamanya dari pelabuhan Zhoushan di Tiongkok menuju Australia, mengangkut hampir 1.000 ton ammonia bersertifikat. Pelayaran ini bersejarah, karena ini adalah yang pertama dalam dunia yang menggunakan ammonia hijau sebagai bahan bakar utama untuk propulsi laut. Proses pengisian bahan bakar dilakukan pada tanggal 13 Oktober 2026, melalui metode transfer antar kapal, di mana kapal pengisian bahan bakar yang diubah, Shenghang Yongle, mengalirkan ammonia lewat selang ke Mineral Europa.Kapal Mineral Europa memiliki kapasitas muatan 210.000 ton, yang menunjukkan kemampuannya untuk mengangkut beban berat secara efisien. Pengoperasian kapal ini melibatkan beberapa perusahaan, termasuk CEEC Hydrogen Energy Co. dan CMB.TECH dari Belgia. CEO CMB.TECH, Alexander Saverys, menyatakan bahwa peluncuran kapal ini menandai awal dari "revolusi propulsi" dan membuktikan bahwa kapal besar dapat menjalankan operasi dengan menggunakan ammonia. Menggunakan ammonia hijau menunjukkan upaya signifikan dalam transisi energi bersih di industri maritim, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.Namun, perlu dicatat bahwa meski perjalanan ini menjadi langkah maju, ada tantangan yang harus dihadapi dalam pemanfaatan ammonia sebagai bahan bakar kapal. Pertama, ammonia adalah senyawa yang berpotensi berbahaya jika tidak ditangani dengan benar, serta perlu adanya infrastruktur yang memadai untuk mendukung pengisian dan penyimpanan ammonia di pelabuhan. Selain itu, biaya pengembangan dan penerapan teknologi baru untuk kapal berbahan bakar ammonia dapat menjadi penghalang bagi perusahaan-perusahaan kecil untuk melakukan transisi.Perkembangan ini sangat penting bagi para pemuda Indonesia, terutama mereka yang berkarir di bidang teknologi, energi terbarukan, atau maritim. Dengan meningkatnya minat global terhadap alternatif bahan bakar yang berkelanjutan, peluang kerja baru di sektor-sektor ini diperkirakan akan meningkat. Mereka yang memiliki keahlian dalam teknologi ramah lingkungan, teknik mesin, dan riset energi terbarukan akan memiliki nilai lebih di pasar kerja. Selain itu, mahasiswa yang belajar tentang teknik transportasi atau ilmu lingkungan dapat mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam industri yang berkembang ini.
Ammonia hijau adalah ammonia yang diproduksi dengan menggunakan sumber energi terbarukan, seperti hidrogen hijau, untuk mengurangi emisi karbon. Ini penting karena dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam industri maritim, yang secara historis bergantung pada bahan bakar fosil. Salah satu kesalahpahaman umum adalah bahwa ammonia berbahaya dan tidak dapat digunakan secara aman; padahal, dengan teknologi yang tepat dan prosedur keamanan yang ketat, ammonia hijau dapat menjadi solusi yang efisien dan bersih untuk operasional kapal.
Kesuksesan pelayaran Mineral Europa bisa menginspirasi industri maritim di Indonesia untuk mulai berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dan potensi besar dalam industri perikanan dan transportasi laut, adopsi atau penelitian lebih lanjut mengenai ammonia hijau dapat memiliki dampak signifikan pada pengurangan emisi global. Meskipun saat ini tidak ada angka pasti terkait biaya implementasi di Indonesia, memperkirakan industri maritim Indonesia untuk menuju bahan bakar yang lebih bersih sejalan dengan tren global dapat membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi baru.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 16 Okt 2026, 07.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)