TLDR
Discover-Tech bekerja sama dengan perusahaan spyware untuk menyerang perangkat melalui iklan online. Serangan zero-click yang ditemukan menunjukkan risiko baru bagi pengguna tanpa mereka harus melakukan tindakan. Industri periklanan diimbau untuk meningkatkan keamanan platform mereka untuk melindungi pengguna. Pomodo.id - Firma periklanan asal Israel, Discover-Tech, terbukti menggunakan iklan online untuk menyebarkan spyware kepada pengguna tanpa memerlukan interaksi langsung mereka. Penelitian yang dilakukan oleh Citizen Lab dan Confiant mengungkap praktik berbahaya ini, di mana perusahaan iklan tersebut beroperasi sebagai jembatan antara penyedia iklan dan grup spy yang dapat meretas perangkat hanya melalui penayangan iklan. Hal ini merupakan temuan pertama mengenai serangan yang dikenal dengan istilah "zero-click" yang menggunakan iklan sebagai sarana serangan.Menurut laporan ini, Discover-Tech beroperasi melalui platform bernama "Controlium", yang memungkinkan para pesaing spyware untuk memprofil dan mengidentifikasi jutaan individu tanpa sepengetahuan mereka. Dengan memanfaatkan informasi seperti alamat IP, ID iklan seluler, dan pengenal browser, mereka dapat menargetkan individu tertentu untuk infeksi spyware. Dalam dua tahun, 2024 dan 2025, setidaknya 45 perangkat di organisasi media Al Jazeera berhasil diretas setelah menampilkan iklan yang terinfeksi spyware dari Candiru, sebuah perusahaan spyware yang telah dilarang oleh pemerintah Amerika Serikat.Meskipun demikian, tidak jelas negara mana yang terlibat dalam serangan ini, yang menunjukkan bahwa banyak perangkat di seluruh dunia—termasuk di Indonesia—berpotensi terancam oleh jenis serangan ini. Penelitian ini menunjukkan perlunya keamanan yang lebih kuat dalam industri periklanan untuk melindungi pengguna dari praktik semacam ini.
Zero-click spyware adalah jenis program berbahaya yang dapat menginfeksi perangkat tanpa memerlukan tindakan dari pengguna, seperti mengklik tautan atau membuka pesan. Ini berbeda dengan malware biasa yang biasanya bergantung pada interaksi pengguna. Dalam situasi ini, penyerang dapat mengakses data dan informasi sensitif hanya melalui iklan yang ditayangkan. Pahami bahwa penggunaan teknologi periklanan di seluruh dunia dapat membawa risiko yang tidak terduga bagi privasi dan keamanan pengguna.
Perkembangan teknologi ini memiliki dampak signifikan bagi orang-orang muda di Indonesia, karena mereka mungkin tidak menyadari bahwa aktivitas online sehari-hari bisa berpotensi berisiko. Untuk para mahasiswa dan pemuda yang mulai berkarier, pengetahuan tentang bagaimana spyware ini beroperasi dan kemampuan untuk mengenali tanda-tanda serangan adalah keterampilan penting di era digital ini. Meningkatnya pemahaman tentang keamanan siber dapat membentuk masa depan karier mereka, terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi.Dengan penetrasi internet yang diprediksi mencapai 80% di Indonesia pada tahun 2025, saatnya bagi individu untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan iklan online. Situasi ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya regulasi dan kewaspadaan dalam penggunaan teknologi, serta dampaknya terhadap keamanan nasional dan privasi individu di negara kita. Upaya untuk memperkuat keamanan digital harus menjadi prioritas, tidak hanya bagi perusahaan teknologi, tetapi juga bagi pengguna di tanah air.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 15 Okt 2026, 22.10 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)