TLDR
Intero Biosystems mengembangkan organoid usus manusia sebagai alternatif untuk pengujian obat. FDA mendorong penggunaan metode pengujian non-hewan dan menyediakan pedoman untuk validasi metodologi baru. Intero berencana untuk memperluas produksi organoid dan bergerak menuju pengobatan yang dipersonalisasi. Pomodo.id - Intero Biosystems, sebuah startup yang berbasis di Denver, mengembangkan organoid usus manusia yang dapat meny revolutionize pengujian obat. Dengan menggunakan sel-sel yang dibesarkan di laboratorium untuk membuat jaringan yang meniru fungsi usus, Organisasi ini berupaya mengurangi ketergantungan pada model hewan dalam pengembangan obat. Selama ini, pengujian obat sering kali dilakukan pada hewan, tetapi perbedaan antara spesies membuat hasilnya tidak selalu dapat diterapkan pada manusia. Organ organoid ini dirancang untuk mencerminkan biologi manusia dengan lebih baik, sehingga dapat memperbaiki tingkat keberhasilan uji klinis yang seringkali rendah.Organoid usus yang dikembangkan oleh Intero mencakup berbagai jenis sel dan jaringan yang ditemukan dalam usus manusia. Menurut Madeline Eiken, salah satu pendiri dan CTO perusahaan, organoid ini adalah model yang lebih relevan dibandingkan dengan model yang lebih sederhana yang hanya meniru bagian dari usus. Produk utama perusahaan, GastroScreen, menjual model organoid usus manusia kepada perusahaan farmasi, bioteknologi, dan kimia. Setiap organoid berukuran sekitar satu milimeter, dan perusahaan ini mengirimkan sekitar 100 organoid dalam satu tabung kepada pelanggan. Ini membuka peluang baru untuk studi yang lebih relevan, yang dapat meningkatkan efisiensi proses pengembangan obat.Meskipun langkah ini menunjukkan kemajuan, tidak semua pengujian bisa dihindari dengan penggunaan organoid. Saat ini, regulasi pengujian obat dan efektivitas organoid dalam berbagai konteks masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan validasi. Hal ini mengarah pada pertanyaan tentang seberapa cepat teknologi ini bisa diadopsi di industri pengujian dan seberapa besar dampaknya terhadap pengembangan obat yang aman dan efektif.
Organoid usus manusia adalah model jaringan yang ditumbuhkan dari sel-sel manusia untuk meniru fungsi usus. Ini penting karena mengurangi ketergantungan pada model hewan yang mungkin tidak selalu mencerminkan reaksi tubuh manusia. Penggunaan organoid menawarkan pendekatan yang lebih relevan dan akurat dalam pengujian obat, berpotensi mengurangi kegagalan obat di tahap klinis. Sayangnya, masih ada tantangan dalam penerapan luasnya dan membutuhkan dukungan dari regulasi yang ada.
Perkembangan ini menawarkan kesempatan baru bagi anak muda di Indonesia. Dengan semakin berkembangnya teknologi ke bioteknologi dan pemahaman tentang kesehatan, ada potensi untuk karier baru di bidang penelitian dan pengembangan. Keterampilan dalam bioteknologi, terutama yang berfokus pada pengembangan organoid, akan menjadi semakin dicari. Ini dapat membuka peluang pekerjaan yang lebih banyak di sektor biomedis yang sedang berkembang. Dengan peluang seperti ini, generasi muda bisa berkontribusi serta mengambil bagian dalam tren global yang mendukung inovasi dalam pengembangan obat dan meningkatkan kualitas hidup.Kemajuan di bidang bioteknologi juga menggambarkan pentingnya investasi dalam penelitian dan teknologi di Indonesia. Mengingat bahwa banyak obat tetap gagal pada tahap uji klinis, inovasi seperti organoid usus bisa menjadi solusi yang menjanjikan. Dengan lebih banyak investasi dan penelitian, Indonesia bisa menjadi pusat inovasi yang membantu membentuk masa depan industri kesehatan secara global, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik, serta memajukan kesehatan publik secara luas.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 15 Okt 2026, 07.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)