TLDR
Hilirisasi riset penting untuk penerapan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Konferensi ISAC-ICCME 2026 memberikan peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam inovasi dan riset. Kerjasama antara akademik dan industri perlu ditingkatkan untuk mempercepat proses hilirisasi. Pomodo.id - Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan diselenggarakannya konferensi ISAC-ICCME 2026 di Jakarta. Konferensi ini menjaring 125 abstrak riset kimia terapan yang bertujuan untuk memfasilitasi hilirisasi, dengan harapan menjadi solusi bagi berbagai tantangan global yang dihadapi.Konferensi ini mengumpulkan para peneliti dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu untuk membahas aplikasi konkret dari riset kimia dalam menghadapi isu-isu lingkungan, kesehatan, dan teknologi. Hilirisasi merujuk pada proses penerapan riset untuk menghasilkan produk yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dalam meningkatkan kualitas hidup dan inovasi di tanah air. Melalui kegiatan ini, BRIN berkomitmen untuk mendorong inovasi yang berkelanjutan dan aplikatif, yang diharapkan berdampak positif terhadap kapasitas produksi lokal.Namun, meski demikian, terdapat berbagai kendala dalam implementasi hasil riset di lapangan. Para peneliti mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan pendanaan atau dukungan komersialisasi untuk produk-produk yang dihasilkan dari riset mereka. Selain itu, terdapat tantangan dalam hal kolaborasi antara sektor akademik dan industri yang kadang sulit dilakukan, mengingat masing-masing memiliki tujuan yang berbeda. Hal ini dapat menghambat percepatan hilirisasi hasil penelitian yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat luas.
Hilirisasi adalah proses mengadaptasi hasil riset agar menjadi produk yang bisa dijual atau diterapkan secara langsung di masyarakat. Ini penting karena dapat mempercepat penerapan pengetahuan baru dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di bidang kesehatan, teknologi, dan lingkungan. Masih terdapat anggapan bahwa riset hanya berhenti di publikasi yang bersifat teoritis, padahal banyak hasil riset yang bisa diterapkan secara praktis jika didukung dengan layanan purna jual dan dukungan finansial.
Bagi generasi muda Indonesia, penyelenggaraan konferensi ini membawa banyak implikasi, khususnya bagi para mahasiswa, lulusan baru, dan pekerja awal yang tertarik dalam bidang riset dan pengembangan. Dukungan terhadap hilirisasi tidak hanya membuka peluang kerja baru di sektor inovasi dan teknologi, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk terlibat dalam proyek-proyek nyata yang dapat meningkatkan kemampuan serta kredibilitas di dunia profesional. Hal ini menjadi penting mengingat sektor digital dan teknologi di Indonesia diprediksi bernilai Rp100 triliun pada tahun 2030, yang menciptakan banyak peluang di bidang pekerjaan dan investasi.Penting bagi pelajar serta calon investor untuk memahami bahwa kontribusi mereka terhadap inovasi dan hilirisasi dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. Bekerja di bidang penelitian atau terlibat dalam inisiatif hilirisasi dapat memberikan keuntungan jangka panjang, baik dari segi nilai jual keahlian mereka di pasar kerja, maupun kontribusi terhadap upaya keberlanjutan di Indonesia. Dengan pemahaman ini, mereka dapat melihat prospek karir di masa depan yang semakin cerah, sekaligus berperan aktif dalam perubahan positif di masyarakat.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 14 Okt 2026, 15.55 WIB
Sumber: [BRIN (brin.go.id) ↗](https://brin.go.id)
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)