TLDR
Teknik baru ini memungkinkan pertumbuhan kristal MoS₂ dengan akurasi lebih dari 99% di area yang dipola. Pengendalian pertumbuhan kristal dapat mengurangi cacat pada chip bertumpuk dan meningkatkan kinerja. Studi ini menunjukkan potensi untuk memproduksi chip dengan komponen yang lebih dekat, mengurangi konsumsi energi dan keterlambatan pemrosesan. Pomodo.id - Penelitian terbaru di Korea Selatan telah menghasilkan sebuah teknik baru dalam manufaktur semikonduktor yang memungkinkan kontrol posisi pembentukan kristal dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99% di 400 area pertumbuhan yang dipola. Teknik ini mempermudah pembuatan chip komputer bertumpuk secara vertikal. Tim yang dipimpin oleh Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), bekerja sama dengan UNIST, Hanyang University, dan TDS Innovation, mengembangkan metode yang menggunakan oksigen dari penghalang oksida untuk mengontrol titik awal pertumbuhan kristal molybdenum disulfide (MoS₂), yang merupakan semikonduktor setipis beberapa lapisan atom, pada posisi yang telah ditentukan alih-alih membiarkan kristal terbentuk secara acak.Metode konvensional dalam pertumbuhan semikonduktor biasanya hanya dapat menentukan area umum di mana film tipis akan terbentuk, namun sulit untuk mengontrol titik pasti di mana masing-masing kristal mulai terbentuk. Ketika beberapa kristal tumbuh secara independen dan saling bertemu, batas-batas kristal yang terbentuk dapat mengganggu penyusunan atom dan mempengaruhi pergerakan elektron dalam semikonduktor. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti mengembangkan proses yang disebut etching-flux-mediated single-centered nucleation (EF-SCN). Proses ini memastikan kristal terbentuk pada lokasi yang dikontrol, menghindari cacat yang dapat mempengaruhi kinerja chip.
Molybdenum disulfide (MoS₂) adalah material semikonduktor berlapis dua yang memiliki sifat elektronik unik. MoS₂ sangat penting dalam pengembangan teknologi chip masa depan karena kemampuan produksinya yang dapat dilakukan pada ketebalan lapisan atom. Ketika digunakan dalam chip yang lebih kompleks, MoS₂ menawarkan keunggulan dibandingkan semikonduktor tradisional, serta memungkinkan kecepatan dan efisiensi yang lebih tinggi dalam pemrosesan data.
Revolusi dalam teknologi semikonduktor ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi industri teknologi di Indonesia. Dengan perkembangan ini, perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia dapat mulai mengadopsi chip yang lebih efisien, yang akan meningkatkan performa produk elektronik lokal. Meskipun saat ini, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, adanya inovasi seperti ini menunjukkan kemajuan ke arah chip yang lebih canggih dan berbasis pada prinsip teknologi tinggi yang dapat diintegrasikan ke dalam perangkat yang digunakan sehari-hari.Pengembangan ini tidak hanya berpotensi meningkatkan kualitas produk teknologi, tetapi juga membuka peluang karir bagi generasi muda di bidang sains dan teknologi. Sebagai contoh, mahasiswa atau lulusan baru di bidang teknik elektro atau material dapat mengejar karir dalam riset dan pengembangan semikonduktor, terutama jika mereka memiliki keterampilan dalam material seperti MoS₂. Ini merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan kemampuan yang relevan dengan teknologi tinggi, yang dikembangkan di luar negeri namun memiliki potensi besar untuk diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal.Sementara pengontrolan kristal pada tingkat atom menjanjikan, tantangan tetap ada dalam aplikasi praktisnya. Produsen perangkat perlu berinvestasi dalam peralatan dan pelatihan yang memadai untuk menerapkan teknik baru ini secara efektif. Ini berarti dibutuhkan kerjasama antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk mengakselerasi pengimplementasian teknologi tersebut di lapangan. Jika semua pihak terlibat, Indonesia dapat bersaing dalam sektor teknologi yang semakin otomatis dan berbasis data, menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 14 Okt 2026, 07.05 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)