TLDR
Ultrahuman menjalin kemitraan dengan otoritas kesehatan Abu Dhabi untuk mengembangkan model usia biologis yang akan tersedia bagi masyarakat di UAE. Model ini akan menggabungkan biomarker klinis dengan data dari perangkat wearable, memungkinkan estimasi penuaan individu. Ultrahuman berusaha untuk memperluas jangkauannya dari penjualan perangkat keras menjadi perusahaan data kesehatan yang lebih besar. Pomodo.id - Ultrahuman telah menjalin kerjasama dengan otoritas kesehatan Abu Dhabi untuk mengembangkan model usia biologis yang akan tersedia bagi penghuni Uni Emirat Arab. Kesepakatan ini dilakukan melalui memorandum kesepahaman selama dua tahun dengan Abu Dhabi Public Health Center (ADPHC). Model baru ini akan menggabungkan biomarker klinis dengan data yang diperoleh dari perangkat wearable, seperti cincin pintar Ultrahuman yang dikenal luas. Dengan prosedur ini, Ultrahuman berharap bisa memberi estimasi mengenai seberapa cepat individu mengalami penuaan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempercepat atau memperlambat proses tersebut, seperti kualitas tidur, aktivitas fisik, kesehatan kardiovaskular, dan metabolisme.Perusahaan yang berbasis di Bengaluru, India ini tidak hanya sekadar menjual perangkat wearable, tetapi berupaya menjadi perusahaan data kesehatan. Melalui algoritma kesehatan yang dimiliki, Ultrahuman bertujuan untuk mengumpulkan data dari berbagai individu untuk diterapkan secara luas, seperti yang dijelaskan oleh CEO Mohit Kumar. Dengan kolaborasi ini, Ultrahuman dapat memperluas jangkauan penggunaan algoritmanya ke populasi yang lebih besar, menggunakan perangkatnya untuk mengumpulkan informasi berharga yang bisa diterapkan dalam berbagai bidang kesehatan, termasuk penelitian penuaan.Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Meski model usia biologis ini menjanjikan kemajuan dalam memahami kesehatan individu, keberhasilan pengembangan dan penerapan model ini bergantung pada bagaimana masyarakat menerima dan memanfaatkan teknologi wearable. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai privasi dan keamanan data pribadi saat menggunakan perangkat ini. Sehingga, penting bagi pengguna untuk memahami dengan jelas cara data mereka digunakan dan dilindungi.
Model usia biologis adalah cara untuk menilai kesehatan dan penuaan seseorang berdasarkan indikator biologis yang lebih mendalam daripada usia kronologis. Usia kronologis menghitung umur seseorang berdasarkan tahun yang dilalui, tetapi usia biologis mempertimbangkan bagaimana tubuh seseorang berfungsi. Hal ini dapat memberi gambaran lebih akurat tentang kondisi kesehatan dan potensi umur panjang seseorang. Dengan menggabungkan data dari biomarker klinis dan perangkat wearable, model ini berpotensi menawarkan pendekatan yang lebih personal dalam hal kesehatan.
Bagi para pemuda Indonesia, perkembangan ini mengindikasikan perubahan besar dalam cara pemantauan kesehatan pribadi. Dengan teknologi wearable yang semakin canggih, mereka memiliki alat untuk mengakses wawasan yang sebelumnya hanya tersedia di lingkungan medis. Selain itu, perkembangan ini dapat membuka peluang karier dalam bidang kesehatan digital, analisis data kesehatan, dan perangkat wearable, yang menjadi semakin penting di era kesehatan cerdas ini. Walaupun saat ini Ultrahuman berfokus pada pasar luar negeri, kehadiran teknologi serupa di Indonesia tentu saja bisa memberikan dampak signifikan, menyinergikan ilmu kesehatan dan teknologi, serta membuka jalan baru bagi inovasi lokal di masa depan.