TLDR
Anthropic menuduh pengembang AI China melakukan kegiatan distilasi yang tidak sah terhadap model AI AS. Pemerintah AS, termasuk NSA dan CISA, telah mengeluarkan peringatan kepada perusahaan-perusahaan AS mengenai kegiatan pencurian ini. Tuduhan ini telah menimbulkan skeptisisme dan pertanyaan tentang bukti yang disediakan oleh Anthropic. Pomodo.id - Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, Anthropic, telah menuduh sejumlah pengembang AI dari Tiongkok terlibat dalam aktivitas pencurian yang agresif dan terencana. Dalam laporan tertanggal September 2026, Anthropic menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan seperti Moonshot AI, Alibaba, dan DeepSeek telah mencuri miliaran token dari model-model AI AS, termasuk variasi dari Claude, GPT, dan Gemini. Tuduhan ini mengindikasikan bahwa pemerintah Tiongkok kemungkinan besar memiliki pengetahuan mengenai aktivitas tersebut. Tindakan ini telah dianggap sebagai ancaman serius terhadap kepemimpinan teknologi AS oleh Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA).Dalam penelusuran lebih lanjut, laporan mencatat bahwa selama sepuluh hari, sebanyak 300.000 permintaan layanan dikirimkan oleh Moonshot AI yang secara diam-diam mengarahkan permintaan ke Claude, bukan Kimi. Penggunaan akun-akun palsu yang berjumlah 5.380 di Singapura dan Jepang menunjukkan adanya jaringan yang terorganisir dan sistematis dalam melakukan pencurian ini. Berbagai badan pemerintah AS, termasuk Badan Keamanan Nasional (NSA) dan Biro Investigasi Federal (FBI), telah memperingatkan perusahaan-perusahaan AS tentang potensi risiko ini, menggolongkan aktivitas tersebut sebagai pencurian yang dilakukan dalam skala industri.Meski begitu, ada keraguan yang muncul terhadap klaim dari Anthropic. Sebuah laporan dari South China Morning Post menyatakan skeptisisme terhadap dugaan pencurian ini, menyoroti perlunya bukti teknis yang lebih jelas untuk mendukung pernyataan tersebut. OpenAI, perusahaan yang juga aktif terlibat dalam pengembangan AI, menambahkan bahwa mereka berhasil mengidentifikasi dan menggagalkan upaya pencurian yang terkoordinasi pada bulan Juli 2026, yang melibatkan individu yang terkait dengan Moonshot AI. OpenAI melaporkan bahwa belum ada pelanggaran terhadap sistem keamanan mereka, tetapi interaksi model telah dimanipulasi untuk menghasilkan informasi secara ilegal.
Moonshot AI adalah perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di Tiongkok, dikenal karena upayanya dalam mengembangkan teknologi AI. Perusahaan ini muncul dalam pemberitaan karena dugaan keterlibatannya dalam praktik distilasi ilegal atau pencurian output dari model-model AI yang ada, untuk memperbaiki produk mereka sendiri. Praktik ini dianggap merugikan perusahaan-perusahaan lain di industri ini dan menunjukkan tantangan dalam perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual di era teknologi yang terus berkembang.
Dari perkembangan ini, penting bagi generasi muda di Indonesia untuk memahami dua hal. Pertama, industri teknologi global sedang menghadapi tantangan besar terkait etika dan kepemilikan intelektual yang dapat mempengaruhi kesempatan kerja di masa depan. Keberadaan perusahaan-perusahaan seperti Moonshot AI yang beroperasi dalam konteks yang meragukan dapat mengubah cara industri teknologi beroperasi dan berkompetisi. Kedua, ini menunjukkan bahwa investasi dalam penelitian dan pengembangan AI harus dilengkapi dengan kebijakan keamanan siber yang ketat. Sebagai contoh, Indonesia sendiri sedang mengembangkan peta jalan kecerdasan buatan yang memerlukan perlindungan terhadap inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti dan pengembang lokal. Dengan pengadopsian AI yang diperkirakan mencapai 12% dari PDB Indonesia pada tahun 2030, penting untuk selalu memahami konteks global dan konsekuensi dari kebijakan yang ada.Perkembangan ini menggambarkan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan integritas dalam industri teknologi, baik di Indonesia maupun di luar negeri, serta potensi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih baik di bidang digital dan teknologi.