TLDR
Tinta tak terlihat yang bereaksi terhadap sinar UV dapat digunakan dalam tato medis dan kosmetik. Dye fotochromic yang dikembangkan dapat dihapus dengan menggunakan cahaya tampak yang cerah. Inovasi ini membuka peluang baru dalam aplikasi tato dan penandaan medis. Pomodo.id - Tinta tato yang dapat muncul dan menghilang dengan cahaya UV adalah suatu inovasi menarik yang sedang berkembang. Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Carson Bruns di Universitas Colorado Boulder telah menciptakan tinta tidak terlihat yang hanya dapat terlihat di bawah cahaya ultraviolet. Tinta ini dapat digunakan dalam teknik tato medis, seperti penanda yang membantu arah radioterapi ke area tertentu dalam tubuh. Dalam pengembangannya, tinta ini terbuat dari pewarna foto-kromik, yaitu senyawa kimia yang berubah warna ketika terpapar panjang gelombang cahaya tertentu.Pewarna foto-kromik yang bereaksi terhadap cahaya UV saat ini sudah digunakan dalam berbagai bahan seperti tekstil dan lensa kacamata transisi. Bruns dan timnya telah berhasil membuat tiga warna tinta, yaitu magenta, kuning, dan biru, yang mereka uji coba pada kulit babi dan silikon. Karya ini dipublikasikan dalam jurnal Matter & Light. Sebelumnya, Bruns telah mengembangkan tinta tato bernama Magic Ink yang berwarna magenta ketika terkena sinar UV, yang kemudian mereka komersialisasi pada tahun 2024 melalui perusahaan start-up mereka, HYPRSKN, yang berbasis di Boulder, Colorado.Salah satu tantangan yang dihadapi adalah adaptasi bahan foto-kromik agar dapat ditanamkan secara permanen di dalam kulit hidup. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa aman dan efektif teknologi ini saat diterapkan pada manusia. Meskipun inovasi ini menjanjikan, ada kekhawatiran mengenai kemungkinan reaksi alergi dan dampak jangka panjang dari penggunaan tinta ini pada kulit.Inovasi tinta tato ini membuka banyak peluang bagi generasi muda di Indonesia, khususnya dalam dunia kesehatan dan estetika. Dengan munculnya jenis tato yang dapat dimodifikasi atau dihapus dengan cahaya tertentu, industri kosmetik dan kesehatan dapat melihat perubahan besar dalam cara prosedur tato dilakukan. Cara ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mencoba tato tanpa komitmen jangka panjang, mengurangi risiko pemikiran jangka panjang setelah mendapatkan tato. Kerja sama di bidang teknologi antara universitas luar negeri dan institusi di Indonesia dapat menjadi langkah penting untuk adopsi lebih lanjut dalam pengembangan teknologi ini di tanah air.
Tinta foto-kromik adalah tinta yang dapat berubah warna ketika terpapar cahaya UV. Ini penting karena dapat digunakan untuk aplikasi medis dan kosmetik, menawarkan fleksibilitas dalam penggunaan tinta tato. Konsep ini bisa menggeser cara orang memandang tato di masa depan karena kemampuannya untuk diaplikasikan, lalu dihapus dengan cara yang lebih aman dan tidak menyakitkan.
Dengan perkembangan ini, mode kerja di bidang kesehatan digital, teknologi kosmetik, dan hukum estetika di Indonesia mungkin akan berubah. Keahlian dalam penguasaan teknologi baru ini akan menjadi lebih penting, dan generasi muda harus mempersiapkan diri untuk belajar dan terjun ke industri yang semakin berkembang ini. Jika diimplementasikan dengan baik, teknologi ini dapat membantu memperkuat posisi Indonesia dalam industri kesehatan estetika global, yang saat ini terus tumbuh dengan cepat.Pada akhirnya, inovasi tinta tato yang muncul dan menghilang saat terkena sinar UV adalah langkah maju yang dapat memberikan manfaat dalam banyak aspek kehidupan. Baik dalam dunia estetika maupun kedokteran, teknologi ini menyajikan peluang belajar dan pengembangan yang menarik bagi generasi muda di Indonesia. Seiring dengan penciptaan alat dan metodologi baru dalam dunia tato, masa depan tampak lebih cerah dan menantang.