TLDR
Metode baru memungkinkan integrasi material kristalin dengan sirkuit fotonik silikon secara efisien. Penggunaan material yang berbeda memberikan kemampuan baru dalam modulasi dan deteksi cahaya. Pendekatan modular ini memungkinkan perancang chip untuk memilih dan menggabungkan membran kristalin sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan. Pomodo.id - Peneliti dari Washington University telah mengembangkan metode baru yang memungkinkan teknologi fotonik silikon berfungsi lebih efisien dalam mengendalikan dan mendeteksi cahaya. Dengan menggunakan metode ini, film kristal tunggal yang sangat tipis ditambahkan ke sirkuit fotonik silikon yang ada, memperluas kemampuan alat tersebut yang sebelumnya terbatasi oleh masalah kompatibilitas dan proses produksi. Pendekatan ini melibatkan pertumbuhan kristal secara terpisah yang kemudian dipindahkan ke chip, sehingga menghindari masalah yang sering terjadi saat pertumbuhan langsung pada silikon.Tim peneliti menggunakan berbagai bahan kristal untuk memberikan fungsi khusus, termasuk barium titanate (BTO) yang memungkinkan modifikasi cahaya melalui sinyal listrik. Selain itu, mereka memanfaatkan kobalt ferrite (CFO) untuk mengendalikan pergerakan cahaya dalam perangkat. Dengan kemampuan baru ini, mereka bisa mendemonstrasikan pengendalian dan deteksi cahaya yang mencakup berbagai panjang gelombang, dari ultraviolet hingga dekat inframerah. Metode modular mereka disebut sebagai "Lego fotonik," mencerminkan fleksibilitas dalam desain.
Barium titanate (BTO) adalah kristal yang memiliki kemampuan elektro-optik, yang berarti dapat memodulasi cahaya menggunakan sinyal listrik. Ini penting karena memungkinkan integrasi kontrol cahaya yang lebih presisi di dalam chip semikonduktor. Dampaknya dapat mengubah cara kita mengembangkan perangkat komunikasi dan sensor yang lebih efisien, namun ada kesalahpahaman bahwa hanya bahan mahal yang dapat digunakan untuk aplikasi semikonduktor; padahal, BTO yang relatif terjangkau menawarkan solusi efektif.
Namun, meskipun pencapaian ini menjanjikan, tantangan tetap ada dalam penerapan metode ini secara luas. Kesulitan dalam langkah-langkah produksi dan integrasi kristal ke dalam chip silikon masih menjadi penghalang bagi industri. Meskipun teknologi sudah terbukti berhasil dalam eksperimen, belum tentu dapat diadopsi secara komersil tanpa adaptasi lebih lanjut.Perkembangan ini berpotensi besar terutama bagi generasi muda di Indonesia. Dengan penambahan kemampuan baru untuk mengendalikan cahaya secara efisien, karier di bidang teknik dan teknologi informasi dapat berkembang, karena permintaan untuk profesional yang memahami fotonik dan teknologi canggih lainnya semakin meningkat. Oleh karena itu, lulusan teknik, khususnya di bidang elektronika dan komunikasi, dapat menemukan jalan menuju pekerjaan yang menantang dan berpotensi menguntungkan. Keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam produk baru mungkin menjadi nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja.Di Indonesia, pengembangan teknologi ini bisa membuka jalan bagi inovasi, termasuk dalam sektor komunikasi digital, yang penting bagi peningkatan ekonomi digital nasional. Dengan pasar yang semakin kompetitif di Asia Tenggara, adopsi teknologi mutakhir dalam fotonik bisa berperan dalam mempercepat pertumbuhan perusahaan teknologi lokal, mendorong munculnya ide-ide baru yang mendukung keberlanjutan ekonomi dan inovasi.