TLDR
Kualitas udara dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas. Tanaman dapat lebih efektif dalam mengurangi VOCs dibandingkan dengan metode penyaringan konvensional. Greenairy berencana untuk memproduksi menara tanaman secara massal setelah hasil uji mereka divalidasi. Pomodo.id - Seberapa bersih udara di tempat kerja Anda? Pertanyaan ini dimulai oleh Tanvi Thombre dan Lakshya Saraf, dua mahasiswa teknik yang menyadari risiko kesehatan dari polusi udara dalam ruangan setelah menyaksikan temannya jatuh pingsan. Mereka kemudian menyelidiki polusi udara di ruang kerja mereka dan menemukan bahwa banyak gedung komersial, termasuk sekolah dan kantor, menghadapi masalah ini, meskipun sudah dilengkapi dengan alat penyaring udara. Menurut mereka, penyaring udara tidak efektif menghilangkan gas beracun seperti karbon dioksida, formaldehid, dan benzena—kimia berbahaya yang bisa menguap ke udara.VOCs, atau senyawa organik yang mudah menguap, adalah penyebab potensial dari "sindrom bangunan sakit," di mana penghuni mengalami berbagai gejala kesehatan karena waktu yang lama di dalam gedung, meskipun tidak ada penyebab yang jelas. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard, peningkatan kualitas udara dalam ruangan terbukti meningkatkan kinerja kognitif penghuni. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang bersih bukan hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga produktivitas.
Polusi Udara Dalam Ruangan
Polusi udara dalam ruangan merujuk pada keberadaan bahan berbahaya di atmosfer di dalam gedung, yang dapat berasal dari berbagai sumber seperti printer, perangkat listrik, dan bahkan perabotan. Ini menjadi perhatian besar karena dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang, dan di Indonesia, permasalahan ini semakin mendesak mengingat makin banyaknya bangunan tinggi dan ruang tertutup. Mengingat bahwa Indonesia memiliki populasi besar yang bekerja di kantor, isu ini perlu diatasi untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Meski ada alat penyaring, dampak dari polutan udara dalam ruangan tetap ada. Keterbatasan teknologi saat ini membuat banyak ruangan terlindung dari ventilasi yang baik, sehingga penciptaan inovasi seperti menara tanaman bisa menjadi alternatif menarik. Menara tanaman berfungsi sebagai penyaring alami yang dapat membantu menyaring polutan dan menyediakan udara segar. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih segar di tempat kerja.Dari sudut pandang ekonomi, penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan bisa berkontribusi pada kesehatan umum masyarakat. Untuk generasi muda di Indonesia, ini menawarkan peluang dalam bidang teknologi hijau dan kesehatan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya lingkungan kerja sehat. Selain itu, inovasi ini bisa mengarah pada pengembangan produk dan layanan baru yang berfokus pada keberlanjutan, membuka lapangan kerja di sektor ini sehingga meningkatkan peluang karir di masa depan.Jika pemilik bisnis dan perusahaan mulai mengadopsi sistem penyaringan udara yang lebih efisien seperti menara tanaman, dampaknya bisa sangat signifikan pada kualitas hidup para pekerja. Para mahasiswa dan pekerja muda yang tertarik pada ilmu lingkungan dan teknologi yang berfokus pada kesehatan dapat mengambil langkah untuk mempelajari lebih lanjut tentang solusi ini dan berkontribusi pada pergeseran menuju tempat kerja yang lebih sehat di Indonesia. Kesehatan dan produktivitas di tempat kerja adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan, mengingat bahwa kualitas udara yang lebih baik berpotensi mengurangi biaya kesehatan yang signifikan.