TLDR
Penggunaan SParCS memungkinkan pengembangan jam atom yang lebih portabel dan sistem navigasi tanpa GPS. Chip yang dikembangkan dapat melakukan beberapa tugas pengukuran dengan satu perangkat, meningkatkan efisiensi eksperimen. Perbandingan langsung dengan comb frekuensi tabletop menunjukkan bahwa chip memiliki stabilitas dan kinerja kebisingan yang sebanding. Pomodo.id - Peneliti telah berhasil mengembangkan chip optik frekuensi comb yang dapat bersaing dengan sistem besar yang biasanya digunakan di laboratorium. Chip ini mampu melakukan beberapa pengukuran sekaligus dan adalah langkah maju menuju pembuatan jam atom yang portabel serta sistem navigasi yang tidak bergantung pada GPS. Dengan menggunakan pendekatan baru bernama self-aligned parametrically-driven cavity solitons atau SParCS, chip ini menghasilkan rangkaian frekuensi cahaya yang terukur dengan sangat tepat. Rangkaian ini berfungsi sebagai penggaris yang digunakan ilmuwan untuk mengukur frekuensi optik dan menghubungkannya dengan sinyal elektronik.Dalam pengujian jam atom, chip ini berhasil mengubah referensi optik yang sangat stabil menjadi gelombang mikro yang dapat dibaca oleh perangkat elektronik biasa. Chip ini hanya mengalami ketidakakuratan sekitar 100.000 osilasi per detik dari nilai atom yang diharapkan, menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dalam mengukur frekuensi optik yang bergetar hingga ratusan triliun kali per detik. Pada umumnya, frekuensi gelombang mikro beroperasi pada miliaran osilasi per detik, sehingga integrasi kedua sistem ini menjadi inovasi yang signifikan.Namun, teknologi chip frekuensi comb tradisional sering menghadapi tantangan dalam hal kekuatan dan definisi dari "gigi" luar frekuensi yang dihasilkan. Dalam proses pembentukan, gigi ini bisa menjadi lemah dan tidak terdefinisi dengan baik, memerlukan perangkat tambahan untuk memperkuat dan menstabilkan sinyal. Dengan pengembangan chip baru ini, beberapa kelemahan sistem sebelumnya diatasi, sehingga chip ini menjadi lebih efisien dan praktis untuk digunakan.Pengembangan chip optik frekuensi comb ini merupakan berita baik bagi Indonesia, terutama bagi generasi muda yang sedang mengejar karir di bidang sains dan teknologi. Meningkatnya presisi dan portabilitas teknologi seperti ini dapat membuka peluang karir baru dalam pengembangan alat-alat ilmiah dan teknologi navigasi canggih. Selain itu, kemampuan untuk membuat alat ukur yang lebih kecil dan lebih efisien dapat menurunkan biaya penelitian dan pengembangan, yang memungkinkan lebih banyak inovasi di sektor teknologi.
Jam atom adalah alat yang sangat akurat yang menggunakan getaran atom untuk mengukur waktu dengan presisi yang luar biasa. Jam ini bisa mengukur waktu dengan akurasi sedemikian rupa sehingga akan memakan waktu lebih dari 260 miliar tahun hanya untuk kehilangan satu detik. Kemajuan dalam teknologi jam atom berpotensi membuat jam ini lebih mudah diakses dan digunakan di berbagai aplikasi, termasuk sistem navigasi, telekomunikasi, dan teknologi lainnya.
Melihat ke depan, ekspektasi untuk jam atom yang lebih portabel dapat mengubah cara kita memahami waktu dan navigasi. Dengan kemampuan untuk menggunakan frekuensi cahaya dan gelombang mikro dalam satu chip, revolusi dalam presisi pengukuran dapat mengarah pada inovasi lebih lanjut di bidang teknologi dan sains di Indonesia. Ini menjadi sangat relevan saat kita memikirkan tentang transformasi digital yang sedang berlangsung di negara ini, memungkinkan generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi tinggi yang dapat membawa kemajuan bagi masyarakat.---
Diterbitkan oleh Pomodo · Redaksi Pomodo
Terbit: 7 Okt 2026, 14.51 WIB
Ditulis dengan bantuan AI dan diperiksa akurasinya terhadap sumber.
Menemukan kesalahan? Hubungi redaksi → [pomodo.id/contact](https://pomodo.id/contact)