TLDR
Penelitian tentang semen hidup menunjukkan potensi untuk membangun struktur di Mars dengan menggunakan bahan lokal. Material baru ini dapat dicetak menggunakan printer 3D, mengurangi kebutuhan pengiriman bahan dari Bumi. Ada tantangan yang harus diatasi, termasuk penggunaan regolith Mars yang sebenarnya dan penggantian gelatin porcine. Pomodo.id - Sebuah inovasi biologis baru telah muncul dari tangan para ilmuwan untuk menciptakan "semen hidup" yang bisa menjadi solusi dalam pembangunan rumah di planet Mars. Teknik ini menggunakan kombinasi bahan sederhana seperti tanah atau regolith lokal di Mars, gelatin, dan ragi mutant yang telah direkayasa secara genetik. Jika diterapkan secara luas, teknik ini memiliki potensi besar untuk membangun tempat tinggal yang diperlukan bagi misi jangka panjang manusia di planet tersebut. Dengan biaya yang relatif rendah, metode ini juga dapat dikombinasikan dengan pencetak 3D yang ada di lokasi, membuat proses pembangunan lebih efisien dan praktis.Dalam pengembangan semen hidup ini, para peneliti berhasil merekayasa jenis ragi Saccharomyces cerevisiae yang memproduksi protein lengket sangat kuat. Protein ini mirip dengan yang dihasilkan oleh kerang yang memungkinkan mereka melekat pada permukaan seperti batu. Dengan menggunakan protein-protein ini sebagai semacam bahan perekat, tanah atau regolith dapat digabungkan menjadi semen biologis. Sel-sel ragi berfungsi seperti jutaan partikel lengket mikroskopis di dalam bahan pengikat, memberikan kekuatan struktural yang dibutuhkan.Namun, meskipun menjanjikan, penggunaan semen hidup ini menghadapi tantangan tersendiri. Mars memiliki atmosfer yang sangat tipis dan suhu yang jauh lebih dingin dibandingkan Bumi. Oleh karena itu, peneliti meyakini bahwa proses pengeringan dan pembentukan struktur harus disesuaikan dengan kondisi di Mars, bukan melawannya. Hal ini berarti bahwa meskipun secara teoritis menarik, implementasinya tetap tergantung pada keberhasilan penyesuaian terhadap tantangan lingkungan Mars.
Ragi adalah mikroorganisme yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi bioteknologi, termasuk dalam pembangunan. Ragi yang direkayasa ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengikat tetapi juga mampu bertahan dalam kondisi ekstrim, seperti yang ada di Mars. Dengan memanfaatkan ragi, inovasi ini membuka kesempatan baru dalam teknik pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, sesuatu yang bisa relevan bagi perkembangan industri konstruksi di masa depan.
Kembangnya inovasi ini memberikan implikasi signifikan bagi generasi muda di Indonesia. Dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi baru dan teknik berkelanjutan, peluang kerja di bidang bioteknologi dan teknik sipil diperkirakan akan meningkat. Kemampuan untuk memahami dan menggunakan teknologi inovatif seperti pencetakan 3D dan rekayasa biologis dapat menjadi aset berharga. Para mahasiswa dan lulusan baru kini lebih cenderung mengejar karir di bidang yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, yang selaras dengan tren global menuju ramah lingkungan.Meskipun pengembangan semen hidup ini terutama berfokus pada Mars, kemajuan dalam teknologi ini dapat memiliki aplikasi di Indonesia, terutama dalam membangun infrastruktur yang lebih berkelanjutan di daerah terpencil atau untuk proyek-proyek yang memerlukan solusi hemat biaya. Dengan latar belakang teknik baru ini, pelajar Indonesia memiliki potensi untuk membawa inovasi yang berharga tidak hanya di negara mereka tetapi juga berkontribusi dalam skala global, seiring dunia beranjak menuju masa depan yang semakin membutuhkan solusi ekologis.