TLDR
Penelitian ATLAS mengungkapkan bahwa nucleon di tepi nukleus memiliki struktur internal yang berbeda dibandingkan dengan yang berada di tengah. Observasi ini membantu menjelaskan fenomena yang telah ada sejak 40 tahun lalu terkait distribusi parton dalam nukleus. Metode baru menggunakan kolisi ultra-periferal memungkinkan peneliti untuk mengamati interaksi parton dengan lebih detail. Pomodo.id - Penelitian yang dilakukan oleh kolaborasi ATLAS di CERN telah menemukan asal-usul sebuah pengamatan yang dilakukan lebih dari 40 tahun lalu. Dalam analisis data dari eksperimen yang dilakukan pada tahun 2018, para ilmuwan menemukan bahwa nukleon, yaitu proton dan neutron yang terletak di tepi inti atom, memiliki struktur internal yang berbeda dibandingkan dengan nukleon yang dekat dengan pusat inti. Sebagian besar dari kita mengenal atom sebagai bagian terkecil dari unsur kimia, tetapi para fisikawan nuklir memandang atom sebagai unit yang kompleks terdiri dari partikel subatom yang lebih kecil, di luar proton, neutron, dan elektron.Sebelumnya, pengamatan tentang nukleon menunjukkan bahwa distribusi momentum quark dan gluon di dalamnya berubah tergantung pada posisinya di dalam inti. Fenomena ini pertama kali diungkap oleh European Muon Collaboration (EMC) pada tahun 1982, namun alasan di balik pengamatan tersebut tetap menjadi misteri selama beberapa dekade. Observasi yang dikenal sebagai fungsi distribusi parton nuklir (nuclear PDFs atau nPDFs) ini mengejutkan karena energi diperlukan untuk mengikat nukleon dalam inti sangat kecil dibandingkan dengan energi yang diperlukan untuk mengungkap parton di dalamnya.Melalui eksperimen yang melibatkan tabrakan ultraperiferik ion timbal, ATLAS berhasil menjawab misteri ini. Dalam jenis tabrakan ini, ion tidak bertabrakan secara langsung, melainkan melewati satu sama lain tanpa saling mengganggu secara signifikan. Metode ini memungkinkan para peneliti untuk mengamati interaksi yang lebih rinci antara partikel-partikel subatom tanpa pengaruh gangguan besar yang diakibatkan oleh tabrakan langsung.
Quark dan gluon adalah partikel fundamental yang berperan penting dalam fisika partikel. Quark adalah komponen dasar dari proton dan neutron, sedangkan gluon bertindak sebagai pengikat antara quark dalam inti atom. Keduanya sangat penting dalam memahami struktur dan perilaku nukleon. Ada misconception bahwa partikel-partikel ini bersifat tetap, padahal mereka terus bergerak dan berinteraksi satu sama lain dalam cara yang sangat kompleks.
Pengembangan terbaru dari penelitian ini menjanjikan dampak yang signifikan bagi pemahaman kita tentang struktur materi. Bagi pembaca muda asal Indonesia, pemahaman yang lebih baik tentang struktur inti atom dapat membuka jalan bagi karir di bidang teknologi tinggi dan penelitian. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan teknologi dan ilmu pengetahuan, ada peluang besar bagi mereka yang tertarik berkarir di sektor penelitian, fisika, dan aplikasi teknologi lanjutan.Implikasi dari penelitian ini juga bisa memengaruhi sektor-sektor ekonomi di Indonesia. Dengan kemampuan untuk memahami dan memanipulasi struktur atom secara lebih mendalam, kita dapat berharap untuk melihat perkembangan inovasi dalam teknologi terkait energi, komputasi kuantum, dan material baru. Hal ini dapat membuka pintu bagi investasi baru dan peluang kerja dalam industri yang secara langsung terkait dengan penelitian ilmiah dan teknologi inovatif. Ke depannya, Indonesia perlu mempersiapkan generasi muda untuk mampu berkontribusi dalam era digital dan inovasi yang cepat ini.